banner 468x60
Disdikbud

Nyobeng Gawai Nibakng 2026 di Bengkayang, Upaya Menjaga Tradisi Leluhur dan Identitas Daerah

×

Nyobeng Gawai Nibakng 2026 di Bengkayang, Upaya Menjaga Tradisi Leluhur dan Identitas Daerah

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM, BENGKAYANG – Masyarakat adat Dayak Bidayuh di Dusun Sebujit, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, kembali menggelar tradisi adat tahunan Nyobeng Gawai Nibakng Tahun 2026, 1 Juli 2026.

Tradisi turun-temurun ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan mendalam kepada para leluhur, ungkapan rasa syukur atas limpahan hasil panen, serta panjatan doa untuk keberkahan di masa yang akan datang.

Rangkaian ritual adat yang diiringi alunan musik tradisional dan tarian adat tersebut memancarkan semangat kebersamaan masyarakat setempat, sekaligus menegaskan bahwa kebudayaan merupakan identitas bangsa yang tak boleh luntur ditelan zaman.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menyampaikan apresiasi serta pesan mendalam atas konsistensi masyarakat dalam merawat warisan leluhur ini.

“Tradisi Nyobeng Gawai Nibakng di Dusun Sebujit bukan sekadar ritual adat tahunan, melainkan cerminan dari kekayaan nilai spiritual, kebersamaan, dan kearifan lokal yang sangat tinggi,” ujar Syarif Faisal.

Ia menegaskan pentingnya menjaga kelestarian tradisi lokal di tengah gempuran modernisasi.

“Kebudayaan adalah fondasi identitas dan jati diri masyarakat Kalimantan Barat. Melalui tradisi seperti Nyobeng ini, kita diajarkan untuk selalu bersyukur, menjaga keharmonisan dengan alam, serta mempererat tali silaturahmi. Pesan kami, jaga dan rawatlah warisan ini agar tidak tergerus oleh perubahan zaman,” tegasnya.

Syarif Faisal berharap penyelenggaraan Nyobeng Gawai Nibakng dapat terus dilestarikan dan dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya berkelas, tanpa mengesampingkan kekhidmatan serta nilai-nilai sakralnya.

“Harapan kami, tradisi ini terus diwariskan dari generasi ke generasi. Generasi muda di Kalimantan Barat harus bangga akan budaya daerahnya dan ikut terlibat aktif dalam pelestariannya. Semoga kebudayaan di Kalimantan Barat dapat terus hidup, memberi manfaat edukatif dan ekonomi bagi masyarakat, serta makin dikenal luas di kancah nasional maupun internasional,” pungkas Syarif Faisal.