banner 468x60
Kubu Raya

14 Ribu Mangrove Ditanam di Sungai Kupah Kubu Raya, Jadi Benteng Pesisir dan Dukung Ekowisata

×

14 Ribu Mangrove Ditanam di Sungai Kupah Kubu Raya, Jadi Benteng Pesisir dan Dukung Ekowisata

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, Kubu Raya – Sebanyak 14.000 pohon mangrove ditanam di kawasan Ekowisata Pelangi Kapuas Park, Desa Sungai Kupah, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Penanaman dilakukan PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio sebagai bagian dari komitmen pelestarian lingkungan.

Program tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan sekaligus implementasi InJourney Green – Fokus Alam.

Penanaman mangrove ditujukan untuk menjaga ekosistem pesisir, membantu mencegah abrasi, serta mendukung upaya pengurangan emisi karbon.

Desa Sungai Kupah dipilih karena kawasan tersebut memiliki potensi ekowisata mangrove yang tengah dikembangkan masyarakat.

Kegiatan peluncuran dan penanaman simbolis dihadiri sejumlah pemangku kepentingan.

Di antaranya perwakilan Kepala Balai Pengelolaan Ekosistem Mangrove dan Gambut Arhamin, S.Hut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kubu Raya Dedi Hidayat, Camat Sungai Kakap Junaidi, S.Sos, Kepala Desa Sungai Kupah Ismail, S.Pd, serta tokoh masyarakat H. Widodo.

Deputy Regional Human Capital & Business Support Kantor Regional VI PT Angkasa Pura Indonesia mengatakan penanaman 14.000 mangrove bukan sekadar kegiatan penghijauan.

“Penanaman 14.000 pohon mangrove ini bukan sekadar program seremonial penghijauan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan ekosistem pesisir dan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan semangat InJourney Green – Fokus Alam.

Perusahaan ingin memastikan aktivitas operasionalnya turut memberikan manfaat terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Kami percaya bahwa kehadiran bandara dan operasional perusahaan harus berdampak positif, tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga selaras dengan kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal,” katanya.

Penanaman mangrove ini diharapkan memberikan efek berantai bagi kawasan pesisir Sungai Kupah.

Selain membantu memulihkan fungsi ekologis kawasan, keberadaan hutan mangrove diharapkan memperkuat Pelangi Kapuas Park sebagai lokasi edukasi dan wisata alam.

Pengembangan ekowisata tersebut juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Sungai Kupah.

PT Angkasa Pura Indonesia menyatakan akan terus mengembangkan program TJSL yang berkelanjutan dan inklusif, terutama di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Program penanaman mangrove di Sungai Kupah menjadi salah satu upaya perusahaan untuk menggabungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat.