PONTIANAK – Fasilitas pelayanan kesehatan mata di Kota Pontianak bertambah dengan beroperasinya RS Mata Ayani Pontianak. Rumah sakit yang berada di Jalan Paris 1 Pontianak, Kalimantan Barat, itu resmi diperkenalkan kepada masyarakat, Sabtu (26/9/2026).
Pemilik RS Mata Ayani Pontianak, dr. Mohamad Subuh, mengatakan rumah sakit tersebut hadir untuk menambah akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan mata, dengan dukungan dokter spesialis dan subspesialis serta peralatan medis.
Menurut dia, kebutuhan layanan kesehatan mata di Kalimantan Barat cukup besar. Kondisi geografis wilayah khatulistiwa juga menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan fasilitas pelayanan mata.
“Yang pertama bahwa kita menginginkan penambahan fasilitas kesehatan, terutama mata. Seperti kita ketahui, beban penyakit mata di daerah khatulistiwa berbeda dengan tempat yang lain. Jadi kita membutuhkan fasilitas yang banyak dalam kesehatan mata,” ujar Subuh.
Selain pelayanan kuratif, RS Mata Ayani juga mengembangkan kegiatan promotif dan preventif. Di antaranya melalui bakti sosial pemeriksaan kesehatan mata, termasuk pemeriksaan mata juling serta kegiatan yang berkaitan dengan program penyakit kronis.
“Kita harapkan dengan adanya rumah sakit ini masyarakat di sekitar Pontianak juga lebih mudah mengakses pelayanan kesehatan mata,” katanya.
Pemilik RS Mata Ayani lainnya, dokter mata Liesa Zulhidya, mengatakan sejumlah layanan khusus juga dikembangkan di rumah sakit tersebut.
Salah satunya layanan operasi retina. RS Mata Ayani juga memiliki dua dokter konsultan mata juling yang akan mendukung pengembangan layanan operasi mata juling untuk pasien anak maupun dewasa.
“Kebetulan RS ini sudah mengembangkan operasi retina. Kami ada dua konsultan dokter juling. Mudah-mudahan nanti dikembangkan operasi juling anak dan dewasa, karena operasi ini spesifik dan belum banyak dilakukan,” jelas Liesa.
Menurut Liesa, pengembangan layanan tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif bagi masyarakat Kalimantan Barat yang membutuhkan tindakan medis mata tertentu tanpa harus mencari pelayanan ke luar daerah.
Sementara itu, Subuh mengatakan RS Mata Ayani sejak awal diarahkan agar dapat melayani peserta BPJS Kesehatan. Namun, kerja sama tersebut masih membutuhkan sejumlah tahapan, termasuk akreditasi rumah sakit dan proses kredensialing.
“Dalam kaitan ini sebenarnya RS ini memang kita tujukan kepada klien BPJS, tapi perlu proses. Ada proses akreditasi RS, ada kredensialing. Kita tunggu, semoga dalam waktu yang tidak lama bisa kerja sama dengan BPJS,” ujarnya.
Ia mengatakan pengembangan rumah sakit akan dilakukan secara bertahap, termasuk penambahan fasilitas dan layanan.
“Ini adalah tahap pertama dan akan dikembangkan ke belakang. Mudah-mudahan kita akan terus berkembang,” katanya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyambut kehadiran RS Mata Ayani sebagai tambahan fasilitas kesehatan yang dapat memperkuat pelayanan kesehatan di Kota Pontianak.
Menurut Edi, sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat sekaligus kota jasa dan perdagangan, Pontianak membutuhkan fasilitas kesehatan dengan layanan spesialis serta peralatan yang memadai.
“Dengan RS ini dan spesialis dengan peralatan yang canggih dan modern serta didukung dokter spesialis berpengalaman, ini sangat membantu kualitas kesehatan warga,” kata Edi.
Edi berharap layanan RS Mata Ayani tidak hanya dimanfaatkan masyarakat Kota Pontianak, tetapi juga pasien dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.
Ia juga menyinggung kebiasaan sebagian masyarakat Kalimantan Barat yang selama ini memilih berobat ke Kuching, Malaysia, untuk mendapatkan layanan kesehatan tertentu.
“Tidak hanya Pontianak tapi Kalbar dan kita harapkan juga dari negara tetangga. Kalau selama ini warga kita yang berobat ke Kuching, sekarang bisa kebalikannya,” ujarnya.
Menurut Edi, bertambahnya fasilitas kesehatan dengan layanan spesialis dapat memperluas akses masyarakat sekaligus memperkuat peran Pontianak sebagai salah satu pusat pelayanan kesehatan di Kalimantan Barat.
Dengan layanan yang dikembangkan, RS Mata Ayani kini menyediakan akses pelayanan mata mulai dari pemeriksaan hingga tindakan medis khusus, termasuk operasi retina dan pengembangan operasi mata juling untuk anak dan dewasa.

















