banner 468x60
Pontianak

Polresta Pontianak Serahkan Sumur Bor ke Warga, Jadi Sumber Air Saat Kekeringan

×

Polresta Pontianak Serahkan Sumur Bor ke Warga, Jadi Sumber Air Saat Kekeringan

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, PONTIANAK – Sumur bor yang dibangun di kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Parit Cahaya Baru, Kelurahan Bansir Darat, Pontianak, tidak hanya disiapkan untuk mendukung pemadaman.

Sumber air tersebut juga berpotensi dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk kebutuhan sehari-hari.

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto mengatakan, sumur bor tersebut berada di kawasan yang rawan terjadi karhutla dan diharapkan dapat menjadi sumber air bagi petugas pemadam.

“Ini salah satu titik hotspot yang ada di Kota Pontianak. Tentunya dapat meminimalisir sumber air yang dapat dimanfaatkan oleh Damkar, baik Damkar pemerintah kota maupun Damkar swasta,” kata Endang.

Menurutnya, sumber air tersebut juga dapat dimanfaatkan masyarakat karena lokasinya berada di sekitar tempat ibadah. Air sumur bor juga dapat digunakan untuk kebutuhan seperti berwudu dan mandi.

Endang mengatakan, kualitas air yang terlihat bersih tersebut masih akan dikaji lebih lanjut bersama tenaga ahli dari Universitas Tanjungpura (Untan).

“Bisa jadi. Tadi disampaikan oleh Bapak Kepala Dinas, ini akan dikaji dengan Untan selaku tenaga ahli,” ujarnya.

Kajian tersebut diperlukan untuk memastikan apakah air dari sumur bor dapat diolah dan dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat, termasuk ketika terjadi kondisi kekurangan air.

Pemerintah Kota Pontianak sendiri berencana menambah sumber air di sejumlah kawasan rawan karhutla. Kepala Dinas PUPR Kota Pontianak Firayanta mengatakan, tahun ini pemerintah kota merencanakan pembangunan sembilan titik sumur bor.

Sembilan titik tersebut tersebar di Kecamatan Pontianak Selatan, Pontianak Tenggara dan Pontianak Utara, dengan masing-masing tiga titik.

Khusus kawasan Bansir Darat, jumlah titik masih memungkinkan untuk ditambah berdasarkan hasil kajian ketersediaan sumber air.

Penentuan lokasi akan melibatkan tenaga ahli Untan menggunakan metode geolistrik untuk memastikan titik yang memiliki potensi sumber air sebelum dilakukan pengeboran.

Dengan demikian, sumur bor yang awalnya diproyeksikan untuk memperkuat penanganan karhutla juga berpeluang menjadi infrastruktur sumber air yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.