banner 468x60
Aksara Landak

Kejuaraan Perdana INKAI Landak Diikuti Puluhan Peserta, Jadi Ajang Penjaringan Atlet

×

Kejuaraan Perdana INKAI Landak Diikuti Puluhan Peserta, Jadi Ajang Penjaringan Atlet

Sebarkan artikel ini

LANDAK – Pengurus Cabang (Pengcab) Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, menggelar kejuaraan internal perdana di Aula Bappeda Kabupaten Landak, Sabtu (3/10/2026).

Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, hingga Minggu (4/10/2026), tersebut diikuti puluhan peserta dari kalangan pelajar di Kabupaten Landak.

Kejuaraan terdiri atas kategori Open Turnamen dan Festival dengan kelompok usia mulai dari pra usia dini, usia dini, pra pemula, pemula, kadet, junior, hingga senior.

Pembukaan kejuaraan dilakukan Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Landak Yulianus Edo Natalaga yang mewakili Ketua Umum KONI Landak.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Landak, perwakilan Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar), serta perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Landak.

Jadi ajang penjaringan atlet

Edo mengatakan, KONI Kabupaten Landak menyambut baik penyelenggaraan kejuaraan yang digelar INKAI sebagai salah satu perguruan yang berada di bawah naungan FORKI.

Menurut dia, kompetisi menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet karena dapat menjadi sarana untuk melihat dan menyaring potensi atlet sejak usia dini.

“Karena dengan kompetisi-kompetisi seperti ini, kita bisa menyaring potensi-potensi atlet yang bisa kita bina lebih lanjut,” ujar Y Edo Natalaga.

Dia mengatakan, tanpa kompetisi yang rutin, proses menemukan atlet potensial akan lebih sulit dilakukan.

Terlebih, peserta kejuaraan INKAI tersebut mayoritas merupakan anak-anak sekolah dari berbagai wilayah di Kabupaten Landak.

Yulianus Edo berharap kegiatan serupa tidak hanya digelar INKAI, tetapi juga perguruan karate lainnya.

Dengan semakin banyak kompetisi, menurut dia, semakin terbuka pula kesempatan untuk menemukan atlet potensial yang nantinya dapat dibina secara berkelanjutan.

“Setelah ini juga akan ada kompetisi oleh FORKI untuk menyaring calon-calon atlet yang akan dibina lebih lanjut,” katanya.

Dipersiapkan untuk PORPROV berikutnya

Yulianus Edo Natalaga menegaskan, penjaringan atlet yang dilakukan saat ini bukan semata-mata untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) dalam waktu dekat.

Pembinaan tersebut diarahkan untuk mempersiapkan atlet Kabupaten Landak menghadapi PORPROV pada periode berikutnya.

“Ini bukan kegiatan penjaringan atlet jangka pendek, tetapi untuk jangka panjang,” ujarnya.

Menurut Yulianus, pembinaan atlet membutuhkan proses panjang dan tidak dapat dilakukan secara instan.

Karena itu, proses pencarian dan pembinaan atlet perlu dimulai sejak dini agar Kabupaten Landak memiliki stok atlet yang siap berkompetisi pada masa mendatang.

Karate Landak sangat diperhitungkan

Yulianus menyebut, atlet karate Kabupaten Landak saat ini sudah mulai diperhitungkan dalam kompetisi tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Salah satunya terlihat dari prestasi atlet karate Landak pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).

Pada 2023-2024, atlet karate Landak, Aulia Safitri, disebut berhasil melaju hingga tingkat nasional.

Selain itu, sejumlah atlet kata putra juga dinilai memiliki potensi dan diperhitungkan. Sementara dari nomor kumite, beberapa atlet Landak masuk dalam daftar bursa atlet FORKI Kalimantan Barat.

“Untuk saat ini, atlet karate dari Kabupaten Landak sudah menjadi salah satu atlet yang diperhitungkan di tingkat Provinsi Kalimantan Barat,” kata Yulianus.

Prestasi olahraga bantu akses pendidikan

Selain untuk pembinaan olahraga, Yulianus mengatakan prestasi atlet juga dapat memberikan manfaat di bidang pendidikan.

Dia menyebut sejumlah atlet karate berprestasi memanfaatkan rekam prestasinya untuk memperoleh kesempatan masuk sekolah melalui jalur prestasi.

Aulia Safitri, misalnya, disebut dapat melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Pontianak melalui jalur prestasi setelah memiliki catatan prestasi hingga tingkat nasional.

“Ini sudah terbukti bahwa para atlet karate kita yang memiliki catatan prestasi yang baik itu memudahkan mereka untuk bisa masuk ke sekolah-sekolah favorit,” ujarnya.

Terhubung dengan Puspresnas

Kejuaraan perdana INKAI Landak ini juga telah didaftarkan dalam sistem Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Yulianus mengatakan, pencatatan tersebut dilakukan agar data peserta dan prestasi atlet dapat terhubung dengan data pendidikan, termasuk Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).

Menurut dia, pendataan tersebut penting untuk membangun basis data olahraga dan prestasi atlet secara lebih terintegrasi.

“Ini menjadi dasar dan mempermudah kita menyusun database keolahragaan, atlet, dan segala macamnya,” katanya.

Dia berharap pencatatan prestasi tersebut dapat membuka lebih banyak peluang bagi atlet untuk mengembangkan karier olahraga sekaligus pendidikan.

Yulianus juga mendorong agar kompetisi serupa terus dikembangkan di berbagai cabang olahraga, sehingga semakin banyak anak di Kabupaten Landak memiliki ruang untuk berprestasi.

“Kompetisi-kompetisi ini tidak cuma ada di karate,” ujarnya.