banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

Pontianak–Kuching Resmi Dibuka, Supadio Kembali Jadi Bandara Internasional

×

Pontianak–Kuching Resmi Dibuka, Supadio Kembali Jadi Bandara Internasional

Sebarkan artikel ini

KUBU RAYA – Bandara Supadio Pontianak kembali melayani penerbangan internasional setelah statusnya dipulihkan pada Juni 2025.

Jumat pagi, 12 September, maskapai AirAsia menerbangkan rute perdana Pontianak–Kuching dan Pontianak–Kuala Lumpur.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyebut pembukaan rute lintas batas ini bukan sekadar soal mobilitas.

“Kami membuka simpul strategis yang menghubungkan dua wilayah serumpun. Ini peluang untuk pariwisata, perdagangan, dan investasi,” ujarnya saat melepas penerbangan di Bandara Supadio.

Ia menekankan, kebutuhan warga Kalbar terhadap layanan kesehatan di Sarawak selama ini menjadi alasan kuat di balik tuntutan konektivitas udara.

Dengan jadwal penerbangan pagi dan sore, masyarakat diharapkan lebih fleksibel mengakses layanan medis.

Namun, Norsan juga mengingatkan bahwa penerbangan ini mesti jadi pintu bagi kolaborasi yang lebih luas: promosi wisata budaya, pengembangan ekonomi kreatif, hingga digitalisasi layanan lintas batas. “Jangan berhenti hanya di sektor kesehatan,” katanya.

Dari pihak Malaysia, Menteri Pengangkutan Sarawak, Dato Sri Lee Kim Shin, menyebut rute baru ini sebagai momentum kebangkitan.

“Bukan hanya untuk pariwisata, tapi juga memperluas peluang usaha, kesehatan, pendidikan, dan investasi,” ujarnya.

CEO AirAsia Malaysia, Dato’ Kapten Fareh Mazputra, menyatakan Indonesia tetap menjadi pasar penting. Ia menjanjikan tarif terjangkau untuk memperkuat jaringan kawasan.

Meski penuh seremoni, rute Pontianak–Kuching sejatinya bukan hal baru. Jalur ini pernah hidup dan mati bergantung pada faktor ekonomi dan kebijakan.

Pertanyaan yang menggantung kini: apakah pemerintah daerah dan maskapai konsisten menjaga keberlanjutan penerbangan ini, ataukah ia kembali sekadar jadi simbol politik regional tanpa dampak jangka panjang bagi warga perbatasan?