banner 468x60
Aksara Landak

Perdana di Landak, Operasional Gerai Sembako Kopdes Hilir Tengah Diluncurkan Bupati Karolin

×

Perdana di Landak, Operasional Gerai Sembako Kopdes Hilir Tengah Diluncurkan Bupati Karolin

Sebarkan artikel ini

LANDAK – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, meluncurkan operasional gerai sembako dan Brilink milik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Hilir Tengah, di kawasan Pasar Lama, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak. Senin, 29 September 2025, pagi.

Peluncuran ditandai dengan pengguntingan pita di pintu gerai sembako, yang turut dihadiri Kepala Diskumindag, Camat Ngabang, perangkat Desa Hilir Tengah, serta para mitra diantaranya perwakilan Bulog, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, perwakilan BRI dan pihak terkait lainnya.

Usai melakukan potong pita, Bupati Karolin sempat meninjau gerai yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula, bawang merah dan bawang putih, termasuk kebutuhan-kebutuhan sehari-hari lainnya yang cukup lengkap.

Dijumpai usai pelaksanaan peluncuran, Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyampaikan apresiasinya atas dimulainya operasional unit usaha gerai sembako ini.

Sebab operasional gerai sembako ini mampu dibuka dengan dana iuran anggota dari unit usaha simpan pinjam, karena belum ada pengajuan pinjamam ke bank maupun pihak ketiga.

“Murni gotong royong dari teman-teman di Desa Hilir Tengah. Jadi kami sangat mengapresiasi mereka berani memulai, skalanya memang belum besar tetapi mereka sudah berani untuk memulai,” ujar Bupati Karolin.

Karolin berharap, kedepan semakin banyak stakeholder yang bisa menjalin kerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih.

“Termasuk dengan penyelenggara MBG, dapur-dapur kita harap bisa bekerja sama dengan koperasi-koperasi desa yang saat ini sudah terbentuk,” imbuhnya.

Karolin menjelaskan, dari 156 desa yang ada, seluruhnya sudah terbentuk Kopdes Merah Putih.

Tahun ini Pemkab Landak menganggarkan APBD untuk pelatihan KDMP, sehingga bisa mendorong KDMP bisa mulai melakukan aktivitas dari unit-unit usaha yang diwajibkan pemerintah pusat maupun unit usaha pilihan sesuai kondiri daerah.

“Bagi yang belum (operasional) nanti dalam pelatihan akan kami lakukan inventarisasi dan juga untuk mendorong mereka apa yang menjadi kendala dan hambatannya,” pungkas Karolin.

Dengan dimulainya operasional gerai sembako ini, Ketua Koperasi Desa Merah Putih Hilir Tengah, Yasiduhu Zalukhu (Yusuf), berharap bisa menghadirkan bahan pokok dengan harga murah kepada masyarakat.

“Kita sudah menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, yaitu Bulog, Indofood, Unilever dan mitra kita yang lain. Sehingga nantinya untuk barang-barang yang akan kita jual pasti gampang kita carikan,” jelas Yusuf.

Yusuf menyebut, operasional gerai sembako ini bisa terwujud dengan sangat koperasi dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota.

Sehingga sejak peluncuran unit usaha simpan pinjam sebelumnya, anggota sudah menyetor dana simpanan wajib.

“Jadi kita memberdayakan power di internal dulu, karena itu yang sebenarnya yang kita harapkan, pemerintah harapkan. Sehingga apapun hari ini yang terjadi ini betul-betul tidak ada kita pinjaman ke Himbara, tapi merupakan swadaya dariapada semangat para anggota,” katanya.

Saat ini total sudah 78 anggota yang bergabung dalam unit usaha simpan pinjam KDMP Hilir Tengah ini.

Sementara sudah 5 izin unit usaha yang dikantongi, mulai dari Unit Simpan Pinjam, Gerai Sembako, Kios Pupuk, Kios Gas Elpiji dan Toko Obat serta Poliklinik.

Usai dibuka, masyarakat langsung menyerbu gerai sembako ini untuk berbelanja paket sembako seharga Rp 100 ribu berupa beras SPHP, minyak goreng, gula pasir dan telur.

Selain itu, Bupati Karolin juga turut memberi bonus berupa beras ukuran 5 kilogram kepada warga yang hendak berbelanja dan mengikuti rangkaian peluncuran gerai sembako.