Aksaraloka.com, PONTIANAK – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Barat, Dr. Emilwan Ridwan, S.H., M.H., memulai hari pertama tugasnya di Bumi Khatulistiwa dengan pesan tegas kepada seluruh jajarannya.
Dalam arahannya kepada pegawai Kejati, para Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), dan cabang Kejari se-Kalimantan Barat, Emilwan menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas penegakan hukum.
“Pertama, saya mengucapkan terima kasih atas sambutan teman-teman semua. Hari ini merupakan hari pertama saya melaksanakan tugas di Kalimantan Barat,” ujar Emilwan saat memberikan pengarahan di Kantor Kejati Kalbar, Senin 27 Oktober 2025.
Menurut Emilwan, tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Kejaksaan yang saat ini menjadi salah satu yang tertinggi di antara penegak hukum lainnya harus dijaga dengan kinerja nyata, terutama dalam hal pemberantasan korupsi.
“Tentu ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk terus mengoptimalkan kinerja. Pemberantasan korupsi merupakan variabel penting dalam penilaian kepercayaan publik. Karena itu, saya harap seluruh jajaran tidak lengah, tidak jumawa, dan tetap profesional dengan menjaga integritas,” tegasnya.
Selain itu, Emilwan juga menyoroti pentingnya pengawasan melekat di internal Kejaksaan agar tidak terjadi tindakan yang dapat mencederai marwah institusi.
Ia mengingatkan agar setiap pegawai bekerja secara disiplin dan menjauhi penyimpangan.
“Tingkatkan pengawasan melekat. Jangan sampai ada tindakan menyimpang yang bisa merusak kepercayaan masyarakat,” katanya menekankan.
Terkait target ke depan, Emilwan mengaku masih akan mempelajari kondisi internal Kejati dan Kejari se-Kalbar.
Ia telah menerima laporan awal dari masing-masing bidang seperti Pembinaan, Intelijen, Pidsus, dan Pidum.
“Target nanti dulu, saya masih baru. Beberapa permasalahan akan saya pelajari dan tindak lanjuti. Yang penting progres kinerja tetap berjalan baik,” ucapnya.
Mengakhiri arahannya, Emilwan menegaskan pentingnya kebersamaan dan komunikasi, termasuk dengan insan pers.
“Perkenalan dulu, tentu kita harus menjamin kebersamaan. Informasi dari teman-teman media juga penting bagi saya untuk memahami situasi di daerah ini,” pungkasnya.











