AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – Pemerintah pusat menargetkan revitalisasi besar-besaran terhadap 15.523 sekolah di seluruh Indonesia pada tahun 2025. Program strategis tersebut mencakup 2.237 SMA, 1.689 SMK, serta satuan pendidikan SLB dan SKB di berbagai daerah. Langkah ini diproyeksikan menjadi terobosan penting dalam memperkuat kualitas layanan pendidikan, termasuk di Provinsi Kalimantan Barat, 22 September 2025.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Sy. Faisal Indahmawan Alkadri, S.STP, M.M, menegaskan bahwa revitalisasi merupakan bentuk investasi jangka panjang negara untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.
“Revitalisasi adalah upaya pembaruan dan peningkatan sarana dan prasarana agar sekolah menjadi tempat belajar yang lebih layak, aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran bermutu. Dengan kata lain, ini merupakan investasi jangka panjang bagi peningkatan mutu pendidikan nasional,” tegas Faisal di Pontianak, 22 September 2025.
Program revitalisasi sekolah sejalan dengan komitmen Presiden RI Prabowo Subianto, yang menegaskan bahwa kualitas infrastruktur pendidikan tidak boleh diabaikan.
“Bapak Presiden telah menegaskan bahwa sekolah harus bagus. Tidak boleh ada sekolah dengan atap runtuh atau rusak, dan tidak boleh ada sekolah yang tidak memiliki toilet atau WC yang layak. Itu prinsip dasar yang sedang diperjuangkan,” ujar Faisal.
Menurutnya, revitalisasi tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga memastikan lingkungan belajar berstandar nasional dan berorientasi pada kenyamanan serta keselamatan siswa maupun guru.
Faisal menyebut, pemerintah daerah akan mengawal implementasi program tersebut di Kalimantan Barat agar tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan.
“Kami akan terus mengawasi dan mendampingi proses revitalisasi agar berjalan optimal dan menutup kesenjangan fasilitas antar sekolah. Pendidikan bermutu harus bisa dirasakan seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Program revitalisasi ini diharapkan mempercepat pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh wilayah, termasuk di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan.















