banner 468x60
Pendidikan

Peringati Hari Pahlawan, Disdikbud Kalbar Gelar Drama Tari “Sang Pahlawan Setia” Angkat Kisah Pahlawan Nasional Asal Kalbar

×

Peringati Hari Pahlawan, Disdikbud Kalbar Gelar Drama Tari “Sang Pahlawan Setia” Angkat Kisah Pahlawan Nasional Asal Kalbar

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional tahun 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat menggelar pertunjukan drama tari bertajuk “Sang Pahlawan Setia” di Gedung Olah Seni/Teater Tertutup Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak, 11 November 2025.

Pertunjukan tersebut mengangkat kisah perjuangan Abdul Kadir Raden Tumenggung Setia, pahlawan nasional asal Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, yang dikenal atas keberanian dan keteguhannya mempertahankan tanah air dari penjajahan.

Melalui sajian drama tari, perjalanan sejarah perjuangan beliau disampaikan secara artistik dan menyentuh melalui perpaduan seni peran, tari tradisional, musik, dan visual teater modern.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat Sy. Faisal Indahmawan Alkadri, S.STP., M.M, menyampaikan bahwa penyelenggaraan drama tari ini merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa.

“Hari Pahlawan bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk meneguhkan ingatan bangsa terhadap nilai perjuangan dan pengorbanan. Melalui pertunjukan drama tari Sang Pahlawan Setia, kita ingin menanamkan semangat keberanian, kesetiaan, dan kecintaan kepada tanah air kepada generasi muda,” ujarnya.

Menurutnya, seni budaya memiliki kekuatan besar dalam membangun karakter kebangsaan. Pendidikan dan kebudayaan harus berjalan berdampingan untuk melahirkan generasi yang menghargai sejarah dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.

“Kisah Abdul Kadir Raden Tumenggung Setia harus menjadi inspirasi. Beliau bukan hanya pahlawan bagi masyarakat Melawi, tetapi juga simbol perjuangan Kalimantan Barat dan Indonesia. Semangat beliau harus kita wariskan melalui pendidikan dan karya seni budaya,” tambah Faisal.

Pertunjukan drama tari ini diharapkan dapat terus digelar setiap tahun sebagai media edukasi dan penguatan identitas budaya Kalimantan Barat.