JAKARTA – Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, Fahri Hamzah, Kamis (23/10/2025), di ruang kerja Wamen Perkim. Pertemuan ini membahas sejumlah usulan strategis terkait penataan kawasan dan perumahan rakyat di Kabupaten Ketapang.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati menyampaikan dua fokus utama: penanganan kawasan permukiman kumuh melalui pembangunan Waterfront City, peningkatan jalan lingkungan, drainase, MCK, dan penyediaan air bersih, serta pengajuan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk Tahun Anggaran 2026.
Wakil Menteri Fahri Hamzah menyambut baik inisiatif Pemkab Ketapang. Menurutnya, rencana tersebut sejalan dengan kebijakan nasional dalam meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan mendukung pengembangan kawasan industri yang berkelanjutan. Wamen khususnya menyoroti rencana pembangunan Waterfront City, yang dinilai memiliki potensi besar sebagai ikon tata ruang kota dan pusat aktivitas masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Wamen Perumahan berencana melakukan kunjungan langsung ke Ketapang untuk melihat kondisi kawasan yang diusulkan sekaligus memperkuat koordinasi pelaksanaan program ke depan.
Bupati Alexander Wilyo menegaskan, audiensi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara Pemkab Ketapang dan Kementerian Perumahan, demi mewujudkan lingkungan permukiman yang layak, tertata, dan berkelanjutan.
“Audiensi ini bagian dari ikhtiar kami menjemput bola, membangun komunikasi untuk kepentingan pembangunan Ketapang. Semoga semua usulan yang disampaikan dapat terealisasi,” ujar Bupati.
Langkah ini sekaligus bagian dari visi-misi Pemkab Ketapang 2025–2030, yaitu “Pembangunan berkeadilan untuk Ketapang maju dan mandiri.” Melalui penguatan infrastruktur permukiman, peningkatan kualitas hidup masyarakat, dan pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan, Pemkab berkomitmen menghadirkan pembangunan yang berpihak pada kesejahteraan seluruh masyarakat.

















