PONTIANAK – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) membiasakan olahraga minimal 30 menit setiap hari.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menanamkan budaya hidup sehat di lingkungan birokrasi sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia aparatur.
Ajakan tersebut merupakan bagian dari komitmen BPSDM Kalbar dalam membangun ASN yang unggul, profesional, dan berdaya saing.
Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, menegaskan bahwa gerakan olahraga 30 menit sehari sejalan dengan tugas dan fungsi BPSDM sebagai perangkat daerah yang memiliki peran strategis dalam pengembangan kompetensi dan pembinaan ASN.
“BPSDM tidak hanya bertugas meningkatkan kompetensi teknis dan manajerial ASN, tetapi juga memastikan kesiapan fisik dan mental mereka. Gerakan olahraga 30 menit sehari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan ASN Kalbar yang sehat, produktif, dan profesional,” ujar Windy, Kamis (15/1/2026).
Menurutnya, kualitas sumber daya manusia aparatur tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual dan keahlian teknis, tetapi juga oleh kondisi kesehatan fisik dan mental. ASN yang sehat diyakini lebih mampu menjalani proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi secara optimal, memiliki daya tahan kerja yang baik, serta lebih adaptif terhadap tantangan birokrasi modern.
Sebagai lembaga yang menyelenggarakan pengembangan kompetensi ASN melalui pendidikan dan pelatihan, penilaian kompetensi, serta fasilitasi manajemen talenta aparatur, BPSDM Kalbar memandang kesehatan sebagai faktor penunjang utama keberhasilan pembangunan SDM aparatur.
“ASN yang sehat akan lebih siap mengikuti pendidikan dan pelatihan, lebih fokus dalam bekerja, dan pada akhirnya mampu memberikan pelayanan publik yang lebih berkualitas kepada masyarakat,” jelasnya.
Melalui kampanye ASN Kalbar Olahraga 30 Menit Sehari, BPSDM Kalbar juga mendorong terbangunnya budaya kerja sehat di seluruh perangkat daerah. Olahraga diharapkan tidak lagi dipandang sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi bagian dari rutinitas harian ASN.
Windy menambahkan, gerakan ini tidak memerlukan olahraga berat atau fasilitas khusus. Cukup meluangkan waktu 30 menit setiap hari untuk bergerak aktif, seperti berjalan kaki, senam ringan, atau aktivitas sederhana lainnya.
“Yang terpenting adalah konsistensi. Jika dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, manfaatnya akan sangat besar, baik bagi individu ASN maupun bagi kinerja organisasi,” katanya.
Ia berharap kampanye ini dapat diterapkan secara konsisten di seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
“ASN yang sehat adalah aset penting bagi daerah. Dengan aparatur yang sehat, produktif, dan profesional, kami optimistis pelayanan publik dan pembangunan di Kalimantan Barat akan semakin berkualitas,” pungkasnya.

















