banner 468x60
Hukum dan Kriminal

Teror Knalpot Brong Disapu Polisi, 26 Motor Diduga Balap Liar Digiring ke Polres Sintang

×

Teror Knalpot Brong Disapu Polisi, 26 Motor Diduga Balap Liar Digiring ke Polres Sintang

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, SINTANG-Aksi kebut-kebutan dengan knalpot brong yang meresahkan warga Kota Sintang mulai mendapat perlawanan serius.

Satuan Lalu Lintas Polres Sintang menyapu bersih motor-motor bising yang diduga kuat kerap digunakan balap liar.

Hasilnya, 26 unit sepeda motor berknalpot brong berhasil diamankan dalam patroli intensif di sejumlah titik rawan.

Kapolres Sintang AKBP Sanny Handityo melalui Kasat Lantas Polres Sintang, AKP Angga Pribadi Amsriyanto Nainggolan, menegaskan bahwa kendaraan yang diamankan bukan sekadar melanggar aturan teknis, tetapi berpotensi memicu kecelakaan fatal dan gangguan ketertiban umum.

“Ini yang berpotensi melakukan kebut-kebutan dan balap liar,” tegas Angga, tanpa basa-basi.

Patroli dilakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat yang sudah lama terganggu suara bising knalpot brong, terutama pada malam hingga dini hari.

Aksi para pelaku tak hanya memekakkan telinga, tapi juga membahayakan pengguna jalan lain.

Mirisnya, para pelaku balap liar ini didominasi anak-anak muda, bahkan masih berstatus pelajar.

Waktu luang mereka diisi dengan memodifikasi knalpot motor, lalu memacu kendaraan di jalan umum seolah sirkuit balap.

Penertiban kali ini difokuskan di Simpang Empat Jalan Bhayangkara, yang selama ini dikenal sebagai titik rawan kebut-kebutan.

Ke depan, Satlantas Polres Sintang memastikan operasi serupa akan diperluas ke wilayah Masuka dan Tempunak.

Angga menegaskan, penindakan terhadap knalpot brong tidak akan berhenti di satu operasi.

Ia berharap masyarakat turut mendukung langkah polisi dalam menciptakan ketertiban lalu lintas.

“Mudah-mudahan masyarakat bisa mensuport kegiatan penertiban knalpot brong ini,” ujarnya.

Tak hanya itu, Kasat Lantas juga menyentil peran orang tua agar lebih peduli dan mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama dalam penggunaan kendaraan bermotor.

“Kami berharap orang tua ikut mengawasi anak-anaknya, jangan sampai motor dijadikan alat kebut-kebutan di jalan umum,” pungkasnya.

Polisi memastikan, jalan raya bukan arena balap. Knalpot brong, kebut-kebutan, dan aksi ugal-ugalan kini berada dalam radar penindakan.

Sintang tak lagi memberi ruang bagi teror suara dan adrenalin liar di tengah kota.