Aksaraloka.com, SAMBAS – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sambas kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah unggahan di media sosial Facebook viral dan menuai perhatian luas.
Unggahan tersebut menceritakan pengalaman seorang ibu yang melahirkan di teras rumahnya, usai diduga sempat dipulangkan dari RSUD Sambas saat hendak bersalin.
Cerita itu dibagikan oleh akun Facebook bernama Mukmin, warga Kabupaten Sambas, yang mengisahkan pengalaman pahit yang dialami adiknya.
Dalam unggahannya, Mukmin menyebut adiknya sempat dibawa ke RSUD Sambas pada Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari karena mengalami sakit perut hebat sebagai tanda persalinan.
Namun, setibanya di rumah sakit, pihak medis disebut menyampaikan bahwa kondisi pasien masih berada pada pembukaan dua, sehingga keluarga disarankan untuk kembali ke rumah dan menunggu perkembangan lebih lanjut.
“Sekitar jam dua subuh kami sudah ke rumah sakit karena adik saya sakit perut. Di RS dibilang belum, masih pembukaan dua, jadi disarankan pulang dulu,” ujar Mukmin saat dikonfirmasi, Rabu (21/1/2026).
Mukmin melanjutkan, tidak lama setelah tiba di rumah, kondisi adiknya justru memburuk.
Sekitar 30 menit kemudian, keluarga berniat kembali membawa pasien ke rumah sakit. Namun, proses persalinan berlangsung sangat cepat hingga tidak sempat dilakukan di fasilitas medis.
“Baru sekitar 30 menit di rumah, sudah mau dibawa lagi ke RS, tapi tidak sempat karena bayinya sudah keluar,” ungkapnya.
Bayi tersebut akhirnya lahir di teras rumah menjelang subuh, dalam kondisi cuaca dingin. Proses persalinan darurat itu berlangsung sekitar satu jam, sementara keluarga sempat kewalahan mencari tenaga medis untuk memberikan pertolongan.
“Alhamdulillah ibu dan bayinya selamat. Tapi melahirkan di teras rumah, cuaca dingin, dan kami susah mencari bidan untuk penanganan awal,” tuturnya.
Meski berakhir selamat, peristiwa ini memicu keprihatinan dan kemarahan publik.
Unggahan Mukmin pun viral dan dibanjiri komentar warganet yang mempertanyakan prosedur pelayanan persalinan di RSUD Sambas, terutama terkait kebijakan memulangkan pasien dengan pembukaan awal serta antisipasi terhadap kemungkinan persalinan cepat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak RSUD Sambas terkait peristiwa tersebut.











