Aksaraloka.com, SINTANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat mengeluarkan peringatan waspada potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalbar pada periode 22 hingga 28 Januari 2026.
Kabupaten Sintang menjadi salah satu daerah yang diminta meningkatkan kewaspadaan.
Menindaklanjuti peringatan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang langsung memperkuat langkah antisipasi untuk mencegah karhutla meluas.
Sekretaris BPBD Kabupaten Sintang, Bennie Enos, menyebut kondisi cuaca saat ini tergolong ekstrem akibat perubahan cepat dari musim hujan ke musim panas.
“Dalam menghadapi cuaca yang cukup ekstrem, dari musim penghujan, banjir, hingga ke musim panas yang sangat luar biasa ini, kita harus benar-benar waspada,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).
Menurut Bennie, langkah awal yang dilakukan BPBD adalah menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) serta memperkuat koordinasi lintas instansi.
“Antisipasi pertama tentu kita tetap mensiagakan tim-tim TRC yang ada, termasuk koordinasi dengan TRC tingkat kabupaten,” katanya.
Tim TRC Kabupaten Sintang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Pemadam Kebakaran, serta unsur terkait lainnya. Tim ini disiagakan untuk segera turun ke lapangan apabila terjadi kebakaran hutan maupun lahan.
“Tim harus siap terjun langsung ke lapangan jika ada kebakaran lahan maupun hutan,” tegas Bennie.
Selain itu, BPBD Sintang juga berencana menggelar rapat koordinasi dan rapat siaga karhutla dalam waktu dekat di Kantor Bupati Sintang.
Seluruh unsur yang terlibat akan diundang untuk memperjelas peran dan memperkuat kerja sama penanganan karhutla.
“Dalam rapat siaga nanti, semua unsur akan kita undang agar peran masing-masing jelas dan bisa saling membantu saat terjadi kebakaran hutan,” jelasnya.
Bennie mengungkapkan, dalam beberapa waktu terakhir sempat terjadi satu kejadian kebakaran lahan. Namun kebakaran tersebut masih berskala kecil dan berhasil dipadamkan dengan cepat.
“Kemarin sempat ada satu kejadian kebakaran lahan, tapi skalanya kecil dan bisa ditangani dengan baik,” ungkapnya.
BPBD Sintang juga telah melakukan pemetaan wilayah rawan karhutla. Beberapa titik yang dinilai paling rawan berada di sekitar area perusahaan sawit, di antaranya PT SAM, wilayah Akcaya, serta kawasan Pal 10 Sungai Ukoi.
Sebagai upaya pencegahan, BPBD mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama dalam membuka lahan dengan cara membakar.
“Kalau membakar lahan harus benar-benar hati-hati, jangan sampai api merambat ke tempat lain,” tegas Bennie.
Ia juga meminta peran aktif kepala desa dan camat untuk berkoordinasi dengan masyarakat dalam mencegah karhutla sejak dini.
“Harapan kita kepala desa dan camat ikut aktif berkoordinasi dengan masyarakat agar kebakaran bisa dicegah lebih cepat,” pungkasnya.











