banner 468x60
Ekonomi

Perdagangan Saham Meningkat, Transaksi Harian Pasar Modal Capai Rp18,06 Triliun

×

Perdagangan Saham Meningkat, Transaksi Harian Pasar Modal Capai Rp18,06 Triliun

Sebarkan artikel ini

Aktivitas perdagangan di pasar modal Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang tahun 2025. Peningkatan ini tercermin dari rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) yang terus menguat dan menjadi indikator tingginya kepercayaan pelaku pasar. Sepanjang 2025, RNTH tercatat berada pada level Rp18,06 triliun per hari, meningkat dibandingkan akhir tahun sebelumnya dan menandai semakin aktifnya transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penguatan transaksi harian tersebut sejalan dengan meningkatnya partisipasi investor serta dinamika pasar yang positif. Volume transaksi harian sepanjang 2025 mencapai rata-rata 30,27 miliar lembar saham, dengan frekuensi transaksi harian menembus 1,78 juta kali. Tingginya aktivitas ini menunjukkan likuiditas pasar yang semakin dalam serta minat beli-jual yang terus tumbuh di kalangan investor ritel maupun institusi.

Kinerja transaksi harian yang solid turut didukung oleh pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup menguat 22,10 persen secara year-to-date di level 8.644,26 pada akhir 2025. Sepanjang tahun, aktivitas perdagangan mencatatkan 24 kali rekor all-time high, disertai rekor kapitalisasi pasar tertinggi yang mencapai Rp16 ribu triliun. Capaian ini memperkuat posisi pasar modal Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi yang atraktif di kawasan.

Pertumbuhan transaksi juga tidak terlepas dari meningkatnya basis investor. Hingga akhir 2025, total investor pasar modal Indonesia mencapai 20,3 juta investor atau tumbuh 36,67 persen dibandingkan tahun 2024. Bertambahnya jumlah investor saham, obligasi, dan reksa dana turut mendorong peningkatan nilai serta frekuensi transaksi harian di BEI.

Dari sisi pengembangan produk, aktivitas perdagangan semakin variatif dengan bertambahnya instrumen investasi yang diperdagangkan. Sepanjang 2025, BEI mencatatkan 26 saham baru dengan dana IPO mencapai Rp18,1 triliun, serta pencatatan 181 obligasi dan sukuk, 3 ETF, 1 Efek Beragun Aset, dan 647 waran terstruktur.

Penambahan instrumen ini memperluas pilihan investasi dan meningkatkan potensi transaksi harian di pasar. Di daerah, geliat transaksi pasar modal juga sejalan dengan meningkatnya literasi dan inklusi keuangan. Di Kalimantan Barat, Kantor Wilayah BEI Kalbar mencatat pertumbuhan investor yang konsisten sepanjang 2025, didukung oleh ratusan kegiatan edukasi serta perluasan jaringan Galeri Investasi.

Upaya ini berkontribusi dalam mendorong aktivitas transaksi masyarakat daerah di pasar modal nasional. Memasuki 2026, BEI menargetkan rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp15 triliun per hari, dengan dukungan pertumbuhan investor baru dan penambahan pencatatan efek.

Berbagai program strategis, termasuk penguatan edukasi, pemanfaatan teknologi digital seperti IDX Mobile, serta kolaborasi dengan pemangku kepentingan daerah, diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan transaksi harian sekaligus memperkuat peran pasar modal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.