Aksaraloka.com, Melawi – Musyawarah Daerah (Musda) IV Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Melawi resmi digelar di Graha Sukiman Center, Minggu (8/2/2026).
Mengangkat tema “Kolaboratif untuk Melawi Berkemajuan”, Musda ini menjadi ajang konsolidasi penting bagi Pemuda Muhammadiyah dalam memperkuat peran strategis pemuda di tengah dinamika sosial dan pembangunan daerah.
Musda dibuka langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Melawi, Muhammad Faisal. Dalam sambutannya,
ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musda IV serta menekankan pentingnya tanggung jawab moral dalam setiap proses musyawarah.
“Selamat dan sukses atas terselenggaranya Musda IV PDPM Melawi. Saya berharap musyawarah ini berjalan dengan baik dan melahirkan keputusan strategis demi kemajuan persyarikatan serta Melawi yang berkemajuan,” ujarnya.
Ketua PDPM Melawi, Ilhamsyah, menyoroti isu kemandirian organisasi sebagai tantangan sekaligus peluang bagi pemuda.
Ia mengungkapkan bahwa PDPM Melawi saat ini mulai merintis amal usaha sederhana berupa penjualan es batu sebagai langkah awal membangun kemandirian ekonomi organisasi.
“Usaha ini memang masih kecil, tapi menjadi proses belajar bersama. Yang terpenting adalah keberanian untuk memulai dan tidak selalu bergantung pada struktur di atas,” kata Ilhamsyah.
Sementara itu, Bendahara Umum Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Barat, Wawan Gunawan, memberikan arahan strategis terkait arah gerakan Pemuda Muhammadiyah ke depan.
Ia menegaskan bahwa Pemuda Muhammadiyah harus tampil sebagai representasi Islam moderat dan Islam berkemajuan, dengan penguatan pada pilar keilmuan, kewirausahaan, dan keberpihakan pada nilai kebenaran.
Menurut Wawan, kader Muhammadiyah tidak boleh berhenti pada pendidikan menengah, tetapi harus terus melanjutkan proses kaderisasi melalui Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pemuda Muhammadiyah, hingga aktif di tingkat ranting.
“Ilmu adalah kekuatan utama gerakan. Kaderisasi harus berjalan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa Pemuda Muhammadiyah tidak anti terhadap politik maupun kritik.
Namun, keterlibatan politik harus dijalankan secara etis dan berorientasi pada kemaslahatan publik.
“Ketika dihadapkan pada banyak pilihan, pilihlah yang paling banyak membawa kebaikan. Pemuda Muhammadiyah harus hadir sebagai edukator di tengah masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Wawan mendorong PDPM Melawi untuk memperkuat pilar kewirausahaan melalui pengembangan amal usaha mandiri agar organisasi tidak mudah diintervensi.
“Jika pemuda mandiri dan independen, maka daya tawarnya akan semakin kuat,” tambahnya.
Musda IV PDPM Melawi diharapkan menjadi momentum lahirnya kepemimpinan baru, gagasan segar, serta penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan Melawi yang berkemajuan.











