Aksaraloka.com, MELAWI — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi, H. Anuar Akhmad, secara resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Melawi, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara IPARI dengan Rumah Sakit dan sekolah sebagai bentuk penguatan kolaborasi lintas sektor.
Dalam sambutannya, Anuar Akhmad menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan keagamaan masyarakat yang inklusif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Ia menekankan pentingnya keluar dari zona nyaman dan memperluas sasaran penyuluhan, khususnya kepada generasi muda.

“Ke depan, penyuluh agama tidak boleh hanya fokus pada kelompok usia lanjut. Kita harus hadir di kalangan remaja, baik di sekolah, remaja masjid, maupun remaja gereja. Fenomena remaja kafe yang semakin marak menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita,” tegasnya.
Menurut Anuar, program-program IPARI harus dirancang agar menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, lintas usia, latar belakang, dan kondisi sosial.
Penyuluh agama dituntut tidak hanya piawai menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga menjadi teladan melalui sikap, perilaku, dan kepekaan sosial.
Ia juga menaruh perhatian khusus pada kelompok penyandang disabilitas.
Penyuluh agama, kata dia, memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan pendampingan dan motivasi agar penyandang disabilitas tetap dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan bermartabat.
Selain itu, Anuar mendorong penguatan kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat, mulai dari kepala desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat, karang taruna, hingga lembaga pendidikan dan fasilitas kesehatan.
Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan serta meningkatkan dampak nyata dari kegiatan penyuluhan keagamaan.
Rakerda IPARI Melawi ini dihadiri oleh Direktur RSUD Melawi dr. Ilza Nanta Satia, Kasubbag TU Fazli Aminuddin, para kepala seksi dan penyelenggara di lingkungan Kemenag Melawi, Kepala SMK 1 Bina Kusuma, serta para penyuluh agama Islam, Kristen, dan Katolik se-Kabupaten Melawi.
Melalui Rakerda ini, diharapkan terbangun sinergi yang solid antarpenyuluh dan mitra lintas sektor dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif, responsif, dan berkelanjutan di Kabupaten Melawi.











