MEMPAWAH – Angin di puncak Bukit Raya Sambora berembus tenang, menyibakkan hamparan hijau yang seolah tak berujung. Dari ketinggian sekitar 606 meter di atas permukaan laut, lanskap Kabupaten Mempawah terbentang seperti lukisan alam—perbukitan berlapis, pepohonan rapat, dan langit luas yang terasa begitu dekat.
Di titik inilah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melihat masa depan baru pariwisata.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menapaki puncak bukit bersama Bupati Mempawah, Erlina, dan jajaran pemerintah daerah, Rabu (17/2/2026).
Kunjungan itu bukan sekadar agenda seremonial, melainkan penanda keseriusan pemerintah mendorong kawasan ini menjadi destinasi unggulan.
“Pemandangan di sini sangat luar biasa. Jarang kita temukan panorama seindah ini,” ujar Norsan, memandang cakrawala yang terbuka tanpa sekat.
Alam yang Menjanjikan, Infrastruktur yang Menanti
Bukit Raya Sambora menyimpan potensi yang tak biasa. Kontur lahannya dinilai ideal untuk olahraga dirgantara, terutama paralayang—aktivitas wisata minat khusus yang kini semakin diminati. Dari puncak, ruang lepas untuk lepas landas terbentang alami, sementara arah angin relatif stabil.
Namun keindahan saja belum cukup.
Untuk menjadi destinasi wisata yang benar-benar hidup, kawasan ini masih membutuhkan sentuhan dasar pembangunan. Jalan menuju puncak masih terbatas, belum sepenuhnya ramah dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Air bersih, jaringan listrik, hingga fasilitas umum seperti MCK dan mushala menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Pemerintah Provinsi Kalbar pun mendorong percepatan pembangunan melalui dukungan anggaran daerah.
“Kami sudah meminta Pemerintah Kabupaten Mempawah mengalokasikan dana melalui APBD agar pembangunan infrastruktur bisa segera dilakukan,” kata Norsan.
Dari Bukit Sunyi Menjadi Ruang Ekonomi Baru
Bagi pemerintah daerah, pengembangan Bukit Raya Sambora bukan semata membangun tempat wisata, tetapi membuka simpul ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Akses yang lebih baik akan membawa pengunjung, dan kehadiran pengunjung akan menggerakkan usaha warga—dari kuliner, homestay, hingga jasa pemandu wisata.
Kabupaten Mempawah selama ini dikenal dengan kekayaan budaya dan pesisirnya. Kehadiran wisata pegunungan diharapkan melengkapi wajah pariwisata daerah, menghadirkan alternatif selain wisata pantai dan sejarah.
“Mudah-mudahan dengan bantuan melalui APBD, tempat ini menjadi objek wisata yang mudah diakses dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Norsan.
Menjaga Alam, Mengelola Masa Depan
Pengembangan Bukit Raya Sambora dirancang tidak menghilangkan karakter alaminya. Justru, kekuatan utama destinasi ini terletak pada lanskap yang masih asri—modal penting bagi wisata berbasis alam dan olahraga petualangan.
Di puncak bukit itu, harapan sederhana mulai ditanam: menjadikan ruang sunyi sebagai tempat orang datang, melihat, lalu kembali dengan cerita.
Dan dari ketinggian Sambora, Kalimantan Barat seperti menemukan satu lagi jendela untuk menatap masa depan pariwisatanya.

















