banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

Gubernur Ria Norsan Optimistis PSN di Kalbar Berdampak Luas bagi Masyarakat

×

Gubernur Ria Norsan Optimistis PSN di Kalbar Berdampak Luas bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK — Gubernur Ria Norsan optimistis pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kalimantan Barat akan memberikan dampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Norsan saat menghadiri konsultasi publik rancangan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian terkait perubahan daftar PSN di wilayah Kalbar, yang digelar di Novotel Pontianak, Rabu (18/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri kepala daerah dan organisasi perangkat daerah dari Mempawah dan Landak, unsur perusahaan, tokoh masyarakat, akademisi, serta perwakilan pemerintah pusat yang mengikuti secara virtual.

Menurut Norsan, forum konsultasi publik penting untuk memastikan PSN selaras dengan arah pembangunan nasional dan daerah, memberi manfaat optimal bagi masyarakat, sekaligus tetap menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Proyek ini akan membantu meningkatkan perekonomian Kalimantan Barat, terutama di Mempawah dan Landak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian alumina–aluminium terpadu menjadi momentum mendorong hilirisasi sumber daya alam dan meningkatkan nilai tambah komoditas daerah.

Proyek tersebut melibatkan sejumlah perusahaan strategis, antara lain PT Borneo Alumina Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium, PT Bukit Asam Tbk, PT PLN (Persero), serta PT Aneka Tambang Tbk.

Norsan menilai PSN tidak sekadar proyek investasi, melainkan instrumen memperkuat struktur industri pengolahan, meningkatkan kontribusi manufaktur terhadap produk domestik regional bruto, serta menjadi pengungkit target pertumbuhan ekonomi 2026 yang diproyeksikan pada kisaran 5,19–6,17 persen hingga sasaran pembangunan 2030.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya pengelolaan dampak lingkungan dalam pelaksanaan proyek, mulai dari kesesuaian tata ruang, pengaruh terhadap kawasan hutan, pengelolaan limbah, hingga reklamasi dan reboisasi pascatambang.

“Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Kami mohon perusahaan benar-benar memperhatikan aspek lingkungan,” katanya.

Selain itu, Norsan menekankan perlunya prioritas penyerapan tenaga kerja lokal agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat sebagai tenaga terampil hingga level manajerial.

Berdasarkan data ketenagakerjaan, struktur tenaga kerja Kalbar masih didominasi sektor pertanian. Karena itu, industrialisasi melalui PSN diharapkan membuka lapangan kerja baru yang lebih produktif.

Ia menambahkan, pengembangan smelter aluminium juga telah berjalan di Pulau Penebah, Kabupaten Kayong Utara, dengan pasokan bauksit antara lain berasal dari Ketapang dan wilayah sekitarnya.

Pemerintah Provinsi Kalbar, kata Norsan, siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah guna memastikan proyek berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai informasi, usulan perubahan Permenko PSN mencakup pengembangan fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit menjadi proyek alumina–aluminium terpadu yang terintegrasi dengan kegiatan penambangan, pembangunan fasilitas pengolahan sisa hasil pemurnian, smelter aluminium, serta infrastruktur pendukung seperti pembangkit listrik dan jalur logistik.