Aksaraloka com, MELAWI – Suasana hangat Ramadan terasa begitu kental di Desa Tanjung Tengang, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Selasa (24/2).
Dalam rangka safari Ramadan bersama keluarga besar Kementerian Agama, rangkaian ibadah di Surau Al Istiqomah menjadi semakin istimewa dengan digelarnya tradisi khas masyarakat setempat, yakni berontang.
Kegiatan diawali dengan salat Isya dan Tarawih berjamaah, dilanjutkan tausiah singkat yang menyejukkan.
Namun, momen yang paling membekas justru hadir setelah ibadah usai, ketika jamaah tidak langsung beranjak pulang.
Tikar-tikar digelar memanjang di dalam surau. Aneka hidangan ditata rapi.
Inilah berontang, tradisi makan bersama dalam satu hamparan, dengan nasi dan lauk yang dibawa masing-masing warga dari rumah. Sederhana, namun sarat makna kebersamaan.
Malam itu, warga dan tamu berbaur tanpa sekat. Lauk yang tersaji pun beragam, mulai dari ayam kampung, botok, jengkol dengan sambal khas, sayur nangka, sayur ubi, hingga sayur asam.
Karena setiap orang membawa apa yang dimiliki, hamparan makanan terasa seperti pesta rasa yang merakyat. Tidak ada yang merasa paling banyak memberi, dan tidak ada pula yang merasa kekurangan.
Berontang biasanya digelar saat syukuran kampung atau ketika menyambut tamu. Safari Ramadan menjadi momentum istimewa untuk kembali menghidupkan tradisi tersebut.
Tua-muda, anak-anak hingga orang dewasa, laki-laki dan perempuan, semuanya duduk sejajar. Tanpa kursi khusus, tanpa perbedaan status sosial, hanya kebersamaan yang terasa.
Tradisi ini juga mencerminkan semangat gotong royong yang kuat. Jamuan tidak dibebankan kepada panitia atau pengurus surau semata, melainkan dipikul bersama. Semua ambil bagian, semua merasa memiliki.
Di bulan suci Ramadan, berontang bisa menjadi alternatif buka puasa bersama yang lebih sederhana dan hemat biaya.
Lebih dari sekadar makan bersama, tradisi ini adalah warisan nilai tentang berbagi, persaudaraan, dan rasa syukur atas rezeki yang ada.
Tradisi seperti berontang layak untuk terus dipertahankan, agar generasi mendatang tetap mengenal hangatnya duduk bersama dalam satu hamparan, menikmati bukan hanya makanan, tetapi juga kebersamaan yang mempererat tali silaturahmi.











