banner 468x60
Disdikbud

Kolaborasi Lintas Sektor Dongkrak IPM Kalbar

×

Kolaborasi Lintas Sektor Dongkrak IPM Kalbar

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat menjadi sorotan. Percepatan pertumbuhan IPM menempatkan Kalbar sebagai salah satu provinsi dengan peningkatan tercepat secara nasional, 13 Januari 2026.

Kemajuan tersebut tidak terlepas dari kontribusi sektor pendidikan yang terus diperkuat oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menyampaikan kabar baik dari sektor pendidikan yang menjadi salah satu indikator utama dalam perhitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), selain kesehatan dan standar hidup layak.

Menurutnya, peningkatan IPM tidak lepas dari kerja keras seluruh elemen di Kalbar dalam memperkuat kualitas pendidikan masyarakat.

“Alhamdulillah, hasil rilis IPM Nasional oleh BPS pada 5 November 2025 menunjukkan bahwa Provinsi Kalimantan Barat mencatat percepatan peningkatan IPM tertinggi ketiga secara nasional. Ini merupakan buah kerja keras kita semua, baik Pemprov, Forkopimda, dunia pendidikan, maupun organisasi profesi,” ujarnya di Pontianak.

Ia menambahkan bahwa indikator pendidikan menunjukkan tren positif. Harapan Lama Sekolah meningkat menjadi 12,69 tahun, sementara Rata-rata Lama Sekolah naik menjadi 8,19 tahun.

“Meski sebagian besar masyarakat kita masih berada di jenjang pendidikan menengah pertama, namun peningkatan ini menunjukkan langkah nyata dalam memperluas akses pendidikan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sekolah,” katanya.

IPM Kalbar tahun 2024 tercatat sebesar 71,19 poin, dan pada awal 2026 ini pemerintah daerah optimistis pertumbuhan akan terus berlanjut melalui penguatan kualitas guru, peningkatan infrastruktur sekolah, serta dukungan terhadap pendidikan di wilayah terpencil.

“Ke depan, kita akan terus mendorong pemerataan pendidikan, terutama di wilayah pedalaman dan perbatasan, agar seluruh anak Kalbar memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang layak,” pungkasnya.