banner 468x60
Disdikbud

Paruu Tambe Tradisi dan Simbol Perjalanan Hidup Dayak Taman dan Tamanbaloh

×

Paruu Tambe Tradisi dan Simbol Perjalanan Hidup Dayak Taman dan Tamanbaloh

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – Suku Dayak Taman dan Suku Dayak Tamambaloh memiliki warisan budaya yang sarat makna spiritual, salah satunya Paruu Tambe. Perahu hias tradisional ini bukan sekadar karya seni, melainkan simbol perjalanan hidup manusia dari lahir hingga kembali kepada Sang Pencipta, 16 Januari 2026.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Sy. Faisal Indahmawan Alkadri, S.STP, M.M, menanggapi pentingnya pelestarian tradisi lokal di tengah derasnya arus modernisasi.

Menurut Faisal, Paruu Tambe merupakan bagian penting dalam berbagai ritual adat, terutama ritual kematian dan perkawinan.

Dalam ritual kematian, Paruu Tambe digunakan untuk mengantar jenazah ke tempat pemakaman (kulambu) serta prosesi buang pantang dan mimber sebagai bentuk pembersihan dan penghormatan terakhir.

Sementara dalam ritual perkawinan, perahu hias tersebut menjadi sarana mengantar mempelai laki-laki dan keluarganya menuju rumah mempelai perempuan.

“Paruu Tambe bukan sekadar alat transportasi air, melainkan sarana simbolis yang memiliki nilai spiritual, sosial, dan budaya yang tinggi. Ia melambangkan perjalanan hidup manusia dari lahir hingga kembali kepada Sang Pencipta, serta kebersamaan dan doa agar setiap upacara adat berjalan lancar,” ujar Faisal.

Perahu ini dibuat dari kayu dan dihiasi berbagai ornamen khas yang sarat simbol. Warna, dedaunan, hingga aksesori memiliki makna filosofis mendalam yang diwariskan turun-temurun.

“Tradisi ini harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi muda. Pelestarian budaya bukan hanya tentang menjaga bentuk fisiknya, tetapi juga menjaga nilai dan filosofi yang terkandung di dalamnya,” tegasnya.

Faisal juga menambahkan bahwa pemerintah provinsi terus mendorong pengakuan dan promosi budaya lokal melalui program pelestarian warisan tak benda dan kegiatan edukasi publik.

“Paruu Tambe adalah kekayaan budaya Kalimantan Barat yang patut dibanggakan. Ini bukan sekadar simbol masyarakat Dayak, tetapi juga aset budaya Indonesia,” tutup Faisal.