AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – SMP Negeri 5 Sungai Ambawang kini memiliki Ruang Digital Bersama yang diproyeksikan menjadi model pembelajaran berbasis teknologi di Kabupaten Kubu Raya, 12 Februari 2026.
Fasilitas ini diharapkan mampu memperluas akses pembelajaran digital tidak hanya untuk satu sekolah, tetapi juga untuk sekolah lain di sekitarnya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan merupakan kebutuhan mendasar saat ini.
Ia menilai penyediaan perangkat menjadi solusi atas hambatan pemanfaatan platform pembelajaran digital yang selama ini telah tersedia, namun belum optimal karena keterbatasan sarana.
Secara teknis, ruang tersebut telah dilengkapi 25 laptop dan perangkat Interactive Flat Panel (IFP), serta jaringan internet stabil. Dengan fasilitas ini, siswa dapat belajar lebih fokus tanpa harus membawa banyak buku cetak, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas sekolah maupun lintas kabupaten.
Kepala Disdikbud Kubu Raya, Sy. Muhammad Firdaus, berharap model ini dapat diperluas ke SMP lainnya guna pemerataan kualitas pendidikan di wilayahnya.
Sebelumnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat resmi memperkuat basis digitalisasi pendidikan dengan meresmikan Ruang Digital Bersama di SMP Negeri 5 Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Peresmian ini menjadi bagian dari upaya percepatan transformasi pembelajaran berbasis teknologi di daerah.
Fasilitas tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero melalui Yayasan Aksi Buah Tangan, serta dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Syarif Faisal, menegaskan pentingnya langkah ini dalam menghadapi perkembangan zaman.
Ia menyatakan bahwa digitalisasi pendidikan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan dasar di era modern.
Menurutnya, selama ini platform pembelajaran digital yang disiapkan kementerian kerap terkendala keterbatasan perangkat di sekolah. Kehadiran fasilitas ini menjadi jawaban konkret agar siswa dan guru dapat mengakses materi daring secara optimal.
Ruang Digital Bersama tersebut dilengkapi 25 unit laptop, perangkat Interactive Flat Panel (IFP), serta dukungan internet stabil dari pemerintah provinsi. Fasilitas ini juga dirancang sebagai pusat pembelajaran bersama bagi tujuh hingga delapan sekolah di sekitarnya.

















