banner 468x60
Disdikbud

Paruu Tambe Jadi Identitas Budaya Masyarakat Dayak di Kalbar

×

Paruu Tambe Jadi Identitas Budaya Masyarakat Dayak di Kalbar

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – Keberadaan Paruu Tambe tetap dijaga sebagai identitas budaya masyarakat Dayak di Provinsi Kalimantan Barat di tengah arus modernisasi. Perahu hias tradisional ini memiliki peran penting dalam berbagai ritual adat yang masih dijalankan hingga kini.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menegaskan bahwa Paruu Tambe tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi air, tetapi juga memiliki nilai simbolis yang kuat dalam kehidupan masyarakat Dayak.

Menurutnya, Paruu Tambe mengandung makna spiritual, sosial, dan budaya yang mencerminkan perjalanan hidup manusia, mulai dari kelahiran hingga kembali kepada Sang Pencipta.

Perahu tersebut juga menjadi simbol kebersamaan serta doa agar setiap pelaksanaan upacara adat berjalan dengan baik.

Dalam praktik adat, Paruu Tambe digunakan dalam beberapa ritual penting. Pada ritual kematian, perahu ini dipakai untuk mengantar jenazah menuju kulambu serta dalam prosesi buang pantang dan mimber.

Sementara dalam ritual perkawinan, Paruu Tambe berfungsi mengantar mempelai laki-laki menuju rumah mempelai perempuan sebagai simbol kesiapan membangun kehidupan baru.

Selain fungsi ritualnya, Paruun Tambe juga dihiasi dengan berbagai ornamen yang memiliki makna tersendiri. Warna merah dan kuning pada panji melambangkan keberanian dan keturunan yang baik, sedangkan daun enau menjadi simbol kejayaan dan kegembiraan. Ragam ornamen tersebut memperkaya nilai spiritual yang melekat pada perahu tradisional ini.

Faisal menegaskan, tradisi tersebut perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya tetap lestari.

“Pelestarian budaya tidak hanya menjaga bentuk fisiknya, tetapi juga mempertahankan nilai dan filosofi yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, juga berkomitmen untuk terus mempromosikan budaya lokal melalui berbagai program pelestarian warisan budaya.

“Paruu Tambe merupakan kekayaan budaya Kalimantan Barat yang patut dibanggakan. Ini bukan hanya simbol masyarakat Dayak, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya Indonesia,” pungkasnya.