banner 468x60
Ekonomi

Bank Indonesia Kalbar Targetkan Transaksi Saprahan Khatulistiwa Capai Rp4,75 Miliar

×

Bank Indonesia Kalbar Targetkan Transaksi Saprahan Khatulistiwa Capai Rp4,75 Miliar

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat menaruh optimisme tinggi terhadap penyelenggaraan Saprahan Khatulistiwa 2026 sebagai penggerak ekonomi daerah berbasis UMKM.

Melalui keterlibatan lebih dari 60 booth UMKM, kegiatan ini diproyeksikan mampu menciptakan potensi transaksi hingga Rp4,75 miliar.

Target tersebut berasal dari realisasi business matching pembiayaan sebesar Rp2,65 miliar serta target penjualan mencapai Rp2,10 miliar selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, mengatakan kehadiran puluhan stan UMKM tidak sekadar menjadi ruang promosi produk lokal, tetapi juga membuka peluang transaksi nyata antara pelaku usaha, konsumen, hingga mitra bisnis.

“Lebih dari 60 booth UMKM yang hadir dalam Saprahan Khatulistiwa 2026 menjadi motor penggerak perputaran ekonomi daerah. Kami optimistis target transaksi yang telah ditetapkan dapat tercapai melalui interaksi langsung antara pelaku usaha dan masyarakat,” ujar Doni.

Menurutnya, berbagai agenda yang disiapkan selama kegiatan berlangsung turut memperkuat potensi transaksi dan perluasan jejaring bisnis UMKM.

“Temu Bisnis UMKM kami rancang agar supply dan demand dapat bertemu secara efektif. Tidak hanya penjualan langsung, tetapi juga membuka peluang kerja sama pembiayaan dan kemitraan usaha yang berkelanjutan,” katanya.

Selain fokus pada transaksi jangka pendek, BI Kalbar juga memperkuat strategi pengembangan UMKM berkelanjutan melalui program inkubasi bisnis berorientasi ekspor yang melibatkan 30 UMKM unggulan.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal Kalbar agar dapat menembus pasar nasional maupun internasional.

“Dukungan terhadap UMKM tidak berhenti saat event berlangsung. Kami juga melakukan pendampingan melalui inkubasi bisnis, onboarding digitalisasi, hingga penguatan kapasitas agar UMKM Kalbar mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas,” tambah Doni.

Bank Indonesia Kalbar terus memperkuat perannya sebagai katalisator pembangunan ekonomi daerah dengan mendorong UMKM naik kelas melalui berbagai program strategis.

Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan klaster berbasis Good Agriculture Practice, showcase produk unggulan, serta fasilitasi business matching pembiayaan dan penjualan.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan UMKM terintegrasi, Bank Indonesia secara konsisten menyelenggarakan Saprahan Khatulistiwa sebagai flagship event tahunan. Tahun 2026 menjadi penyelenggaraan keenam sekaligus tahun kedua kolaborasi dengan Kalbar Food Festival.

Mengusung tema “Mendorong Transformasi UMKM dan Pariwisata untuk Kalimantan Barat yang Berdaya Saing”, kegiatan ini menitikberatkan pada penguatan kelembagaan UMKM agar terintegrasi dalam rantai pasok berkelanjutan, peningkatan sinergi UMKM dan sektor pariwisata, serta penguatan keuangan inklusif melalui adopsi teknologi digital.

Main Event Saprahan Khatulistiwa 2026 digelar pada 4 hingga 6 Mei 2026 di Ayani Mega Mall. Kegiatan tersebut dibuka Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P Gozali, bersama Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson.

Beragam agenda turut memeriahkan kegiatan tersebut, mulai dari edukasi Ngander Kapuas, perlombaan Liberi Khatulistiwa, Kalbar Food Festival, temu bisnis UMKM, sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah serta QRIS, bincang wastra, hingga fashion show.

Dengan kombinasi jumlah stan yang besar, target transaksi miliaran rupiah, dan rangkaian kegiatan strategis, Saprahan Khatulistiwa 2026 diharapkan mampu menciptakan multiplier effect yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat, khususnya sektor UMKM dan pariwisata daerah.