banner 468x60
Bengkayang

Pertamina Kembangkan Ekowisata Berbasis Konservasi di Pulau Lemukutan, Sampah Plastik Disulap Jadi Paving Block

×

Pertamina Kembangkan Ekowisata Berbasis Konservasi di Pulau Lemukutan, Sampah Plastik Disulap Jadi Paving Block

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Integrated Terminal (IT) Pontianak terus memperkuat pengembangan ekowisata berbasis konservasi di Pulau Lemukutan, Kabupaten Bengkayang.

Bersama masyarakat setempat, Pertamina mendorong pengelolaan sampah, perlindungan terumbu karang, hingga pemberdayaan ekonomi melalui pemanfaatan limbah plastik.

Program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk Kota Bulan ini dijalankan bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nusa Impian, Paguyuban Pemilik Homestay, Pemerintah Desa Pulau Lemukutan, serta masyarakat setempat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan pengembangan sektor pariwisata harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Pulau Lemukutan memiliki potensi wisata bahari yang besar. Melalui Program Kota Bulan, kami ingin mendukung masyarakat agar mampu mengelola pariwisata secara mandiri, bertanggung jawab, dan tetap menjaga ekosistem laut,” ujar Edi.

Dalam pelaksanaannya, program tidak hanya berfokus pada edukasi wisata ramah lingkungan dan konservasi terumbu karang, tetapi juga menghadirkan solusi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

Salah satu inovasi yang telah berjalan ialah mengolah sampah plastik menjadi paving block. Selain itu, Pertamina membangun Griya Patra Lestari, pusat aksi terpadu pengurangan sampah yang menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengelola limbah sekaligus mengembangkan kegiatan ekonomi berbasis lingkungan.

Ketua Pokdarwis Nusa Impian, Sumardi, mengaku pendampingan dari Pertamina telah mengubah cara pandang masyarakat dalam mengembangkan destinasi wisata.

“Pertamina melalui program CSR telah membuka wawasan kami untuk mengembangkan wisata Lemukutan berbasis konservasi. Saat ini kami bersama-sama membangun pengelolaan sampah yang berkelanjutan melalui Griya Patra Lestari,” katanya.

Menurut Sumardi, keberadaan program tersebut tidak hanya membantu menjaga kebersihan pulau, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat bahwa kelestarian alam merupakan modal utama keberlangsungan sektor pariwisata.

Ke depan, Program Kota Bulan akan diperkuat melalui pemanfaatan teknologi pengolahan sampah plastik sehingga pengelolaan limbah di Pulau Lemukutan dapat dilakukan secara lebih mandiri sekaligus mengurangi pencemaran laut.

Program ini juga menjadi bagian dari dukungan Pertamina terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya TPB 14 tentang Ekosistem Laut, serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.