LANDAK – Polres Landak, Kalimantan Barat, membangun 14 sumur bor yang tersebar di sejumlah kecamatan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Selain menjadi sumber air untuk membantu pemadaman karhutla, sumur bor tersebut juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air, terutama selama musim kemarau.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari mengatakan, pembangunan sumur bor merupakan salah satu upaya kepolisian menghadapi potensi karhutla sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Pembangunan sumur bor ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat. Selain dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan warga, keberadaan sumber air ini juga menjadi bagian dari upaya kita dalam menghadapi dan menangani kebakaran hutan dan lahan,” ujar Devi.
Menurut Devi, ketersediaan sumber air menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan karhutla.
Dengan adanya sumur bor di sejumlah wilayah, masyarakat dan petugas diharapkan memiliki akses terhadap sumber air yang lebih dekat ketika terjadi kebakaran.
“Sinergi dengan masyarakat sangat penting. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
14 Sumur Bor Tersebar di Sejumlah Kecamatan
Polres Landak menyebut seluruh 14 sumur bor yang dibangun bersama jajaran saat ini dalam kondisi aktif dan telah mengeluarkan air.
Sumur bor tersebut tersebar mulai dari Kecamatan Ngabang hingga Mandor. Berikut lokasinya:
• KM 14 Plasma 2, Desa Amboyo Utara, Kecamatan Ngabang.
• Desa Jelimpo, Kecamatan Jelimpo.
• Desa Lamoanak, Kecamatan Menjalin.
• Desa Meranti, Kecamatan Meranti.
• Desa Mentonyek, Kecamatan Mempawah Hulu.
• Desa Sompak, Kecamatan Sompak.
• Desa Tembawang Bale, Kecamatan Banyuke Hulu.
• Desa Songga, Kecamatan Menyuke.
• Dusun Enggabu, Desa Permit, Kecamatan Kuala Behe.
• Desa Sebangki, Kecamatan Sebangki.
• Desa Semuntik, Kecamatan Air Besar.
• Desa Sepangah, Kecamatan Air Besar.
• Desa Sebatik, Kecamatan Sengah Temila.
• Desa Bebatung, Kecamatan Mandor.
Devi mengatakan, keberadaan sumur bor di berbagai wilayah tersebut diharapkan dapat mempercepat respons apabila terjadi kebakaran di sekitar lokasi.
Di sisi lain, sumber air tersebut juga dapat dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari sesuai kondisi dan ketersediaan air.
“Harapan kami, sumur bor yang telah dibangun ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air dan sebagai sumber air alternatif ketika terjadi karhutla,” jelasnya.
Masyarakat Diminta Waspada
Polres Landak juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.
Warga diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar karena aktivitas tersebut dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau indikasi terjadinya karhutla.
“Upaya pencegahan harus dilakukan bersama. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga lingkungan dan mencegah karhutla sejak dini,” pungkas Devi.
Dengan tambahan 14 sumur bor tersebut, Polres Landak berharap ketersediaan sumber air di sejumlah wilayah dapat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla sekaligus membantu masyarakat menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau.

















