banner 468x60
Pontianak

Hadapi Karhutla dan Banjir, PUPR Pontianak Normalisasi Parit dan Bangun Sekat Kanal

×

Hadapi Karhutla dan Banjir, PUPR Pontianak Normalisasi Parit dan Bangun Sekat Kanal

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak menyiapkan langkah penanganan kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memperkuat sistem tata air.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak akan melakukan normalisasi dan pendalaman parit di sekitar lokasi rawan karhutla, termasuk Parit Cahaya Baru, Kelurahan Bansir Darat.

Kepala Dinas PUPR Kota Pontianak Firayanta mengatakan, normalisasi parit akan dibarengi dengan pembangunan sekat kanal untuk mempertahankan ketersediaan air.

“Contoh misalnya di Parit Cahaya Baru ini, mungkin dalam waktu yang tidak terlalu lama juga akan kita lakukan normalisasi, pendalaman, dan akan kita bangunkan sekat kanal sekaligus,” kata Firayanta.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar air tetap tersedia ketika terjadi kebakaran lahan dan dapat dimanfaatkan untuk membantu proses pemadaman.

Selain untuk menghadapi karhutla saat musim kemarau, normalisasi juga ditujukan untuk memperbaiki aliran air dan mengurangi risiko genangan ketika musim hujan.

Firayanta mengatakan, PUPR secara rutin melakukan normalisasi dan pengerukan parit. Parit yang terputus juga akan kembali dikoneksikan berdasarkan laporan masyarakat maupun hasil pemantauan di lapangan.

“Terutama parit-parit lingkungan itu kadang-kadang kalau tidak dipelihara dia akan tertutup atau mungkin memang sengaja ditutup oleh masyarakat,” ujarnya.

PUPR juga tengah melakukan pengerukan di muara Parit Cahaya. Pendalaman muara diharapkan membuat aliran air dari kawasan daratan lebih cepat menuju Sungai Kapuas.

Menurut Firayanta, kondisi Kota Pontianak menghadapi persoalan yang berbeda pada musim kemarau dan musim hujan.

“Kota Pontianak ini kalau musim kemarau panjang kita kebakaran lahan, tapi kalau musim hujan berkepanjangan kita kebanjiran,” katanya.

Selain persoalan pasang surut, kapasitas dan konektivitas parit menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pemerintah.

Untuk meningkatkan daya tampung, PUPR akan memperdalam dan, pada lokasi tertentu, memperlebar parit agar mampu menampung lebih banyak air.

Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari pembenahan sistem tata air kota, sekaligus menjaga ketersediaan air di kawasan yang rawan karhutla.