banner 468x60
Disdikbud

Kerupuk Basah Kapuas Hulu: Dari Kelimpahan Sungai Kapuas hingga Warisan Tradisi Kuliner Kalbar

×

Kerupuk Basah Kapuas Hulu: Dari Kelimpahan Sungai Kapuas hingga Warisan Tradisi Kuliner Kalbar

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – Kuliner khas Kapuas Hulu, kerupuk basah, bukan sekadar hidangan lezat pengisi perut. Makanan olahan berbahan dasar ikan air tawar ini menyimpan rekam jejak sejarah dan kebudayaan yang terikat kuat dengan keberadaan Sungai Kapuas, 2 Juli 2026.

Asal muasal hadirnya kerupuk basah lahir dari kearifan lokal masyarakat setempat dalam memanfaatkan melimpahnya hasil tangkapan ikan di sepanjang aliran Sungai Kapuas. Kondisi ini membuktikan betapa eratnya hubungan antara ekosistem budaya dan peradaban masyarakat Kalimantan Barat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengungkapkan bahwa kerupuk basah merupakan salah satu warisan tradisi turun-temurun yang bernilai tinggi.

“Kerupuk basah adalah bukti nyata bagaimana masyarakat Kapuas Hulu sejak dahulu mampu mengolah kekayaan alam secara bijak. Melimpahnya ikan di Sungai Kapuas melahirkan kreativitas kuliner yang kini menjadi identitas budaya takbenda daerah kita,” ujar Syarif Faisal.

Menurutnya, melestarikan kuliner tradisional seperti kerupuk basah tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga memberi dampak nyata bagi perekonomian warga lokal.

“Menjaga ekosistem budaya berarti menjaga tradisi agar tetap lestari, sekaligus menggerakkan roda perekonomian berbasis kebudayaan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Syarif Faisal berharap kuliner warisan Kapuas Hulu ini terus dipromosikan dan diwariskan dari generasi ke generasi agar tidak tergerus oleh maraknya kuliner modern.

“Harapan kami, generasi muda Kalimantan Barat bangga dan ikut melestarikan kuliner tradisional khas daerah seperti kerupuk basah ini. Mari kita bersama-sama mendukung perlindungan, pengembangan, serta promosi produk kebudayaan daerah agar makin dikenal di kancah nasional hingga internasional,” tutup Syarif Faisal.