AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat bertindak selaku Ketua Kertas Kerja 1 Kluster Kerjasama Sosial dan Budaya memimpin delegasi Indonesia dalam Sidang ke-39 Kelompok Kerja/Jawatan Kuasa Kerja (KK/JKK) SOSEK MALINDO Provinsi Kalimantan Barat–Sarawak Tahun 2026 di Pontianak, 1 Agustus 2026.
Pertemuan bilateral ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan perbatasan antarnegera, khususnya dalam menguatkan sektor pendidikan, kebudayaan, serta sosial masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menyampaikan bahwa dalam forum strategis ini dibahas berbagai isu lintas batas yang mencakup bidang kesehatan, pendidikan dan budaya, pemuda, olahraga dan pariwisata, penyiaran, kerajinan, hingga perkawinan dan perceraian lintas negara.
“Disdikbud Kalbar memimpin pembahasan pada Kertas Kerja 1 Kluster Kerjasama Bidang Sosial dan Budaya. Melalui forum Sosek Malindo ini, kita berkomitmen untuk terus meningkatkan hubungan kolaborasi sosial-budaya yang sudah terjalin harmonis antara Kalimantan Barat dan Sarawak,” ujar Syarif Faisal.
Ia menegaskan bahwa penguatan kerja sama di kawasan perbatasan tidak hanya berdampak pada pelestarian nilai-nilai budaya rumpun yang sejenis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat di sepanjang garis batas negara.
“Harapan kita bersama, hasil dari Sidang ke-39 KK/JKK Sosek Malindo ini dapat melahirkan kebijakan-kebijakan yang semakin memudahkan pertukaran edukasi dan budaya, melestarikan warisan perbatasan, serta berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan Kalbar dan Sarawak,” pungkasnya.

















