banner 468x60
Disdikbud

Pameran Seni Rupa ‘Memoar Muara’, Plt Kadisdikbud Kalbar Tegaskan Pentingnya Ruang Ekspresi Seniman Lokal

×

Pameran Seni Rupa ‘Memoar Muara’, Plt Kadisdikbud Kalbar Tegaskan Pentingnya Ruang Ekspresi Seniman Lokal

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat melalui UPT Taman Budaya Kalbar menggelar Pameran Seni Rupa Kontemporer Perupa Kalbar bertajuk “Memoar Muara” di Halaman Rumah Radakng, Pontianak, 3 Oktober 2026.

Pameran yang berlangsung pada 8 hingga 12 Oktober 2026 ini menjadi wadah apresiasi sekaligus refleksi atas perjalanan seni rupa kontemporer di Bumi Khatulistiwa.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menyampaikan bahwa pameran ini hadir sebagai komitmen pemerintah daerah dalam mendukung perkembangan ekosistem seni dan budaya lokal.

“Melalui pameran ‘Memoar Muara’, kita ingin memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi para seniman rupa Kalimantan Barat untuk mengekspresikan karya, merawat ingatan, serta menyampaikan pesan-pesan kebudayaan kepada masyarakat,” ujar Syarif Faisal.

Faisal menjelaskan, tema “Memoar Muara” memiliki makna filosofis yang mendalam. Muara diartikan sebagai tempat bertemunya pelbagai aliran—mulai dari ingatan, tradisi, hingga pengalaman hidup—yang mengendap dan diwujudkan dalam bentuk karya seni.

Ia menambahkan, sebanyak 30 karya dari para seniman lokal ditampilkan dalam perhelatan ini. Setiap karya menyajikan perspektif yang unik mengenai relasi antara manusia, ruang, dan kebudayaan di Kalimantan Barat.

“Setiap goresan dan warna dari 30 karya yang dipamerkan merekam perjalanan budaya serta dinamika kehidupan masyarakat Kalbar. Ini bukan sekadar pameran estetika, melainkan rekam jejak identitas kita,” tuturnya.

Menurutnya, penguatan sektor kebudayaan dan seni rupa merupakan bagian tak terpisahkan dari pembangunan karakter bangsa di jalur pendidikan nonformal. Karya seni mampu menjadi media edukasi yang efektif untuk menanamkan rasa bangga terhadap warisan budaya daerah.

Disdikbud Kalbar berharap ajang seperti ini dapat rutin diselenggarakan untuk memantik minat generasi muda dalam mengapresiasi dan terlibat langsung dalam seni rupa.

“Kami mengajak masyarakat, pelajar, dan generasi muda di Kalimantan Barat untuk hadir mengapresiasi karya-karya ini. Mari kita jaga dan rawat kekayaan seni budaya lokal sebagai kebanggaan bersama,” pungkas Syarif Faisal.