banner 468x60
Disdikbud

Apresiasi Antologi Puisi ‘Anugerah Khatulistiwa’, Plt Kadisdikbud Kalbar Dorong Penulis Lokal Terus Melahirkan Karya

×

Apresiasi Antologi Puisi ‘Anugerah Khatulistiwa’, Plt Kadisdikbud Kalbar Dorong Penulis Lokal Terus Melahirkan Karya

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, memberikan apresiasi tinggi terhadap rekam jejak literasi dan karya sastra lokal di Kalimantan Barat, salah satunya antologi kumpulan puisi bertajuk “Anugerah Khatulistiwa”, 9 Oktober 2026.

Buku kumpulan puisi setebal 167 halaman yang diterbitkan oleh Literer Khatulistiwa tersebut memuat sebanyak 85 karya puisi pilihan yang ditulis oleh 17 penyair berbakat Kalimantan Barat. Para penulis yang terlibat di dalamnya antara lain Yophie Tiara, Wyaz Ibn Senentang, Wisnu Pamungkas, Syazsya Kayung, Sri Nuraeni Yent, Satarudin Ramli, Saifun Arif Kojeh, Pradono, Pietra Sar, Mizar Bazarvio, Elias Ngiuk, Deki Triadi, Anieq Adeni, Amrin Zuraidi Rawansyah, Ahmad Asma dZ, Adi Mochtar, dan Aan Rosady.

Syarif Faisal Indahmawan Alkadri menyampaikan bahwa antologi “Anugerah Khatulistiwa” merupakan wujud nyata kekayaan gagasan serta rekam jejak emosional dan budaya yang sangat berharga bagi perkembangan dunia literasi daerah.

“Kehadiran karya seperti antologi ‘Anugerah Khatulistiwa’ membuktikan bahwa Kalimantan Barat memiliki potensi sastrawan dan penulis yang sangat luar biasa. Kumpulan 85 puisi dari 17 penulis ini adalah khazanah literasi yang patut kita banggakan dan apresiasi bersama,” ujar Syarif Faisal.

Faisal menekankan bahwa karya sastra, khususnya puisi, memiliki kekuatan besar dalam menyampaikan pesan moral, merawat nilai-nilai kebudayaan, serta mengasah kepekaan sosial masyarakat. Menurutnya, dunia literasi harus terus dihidupkan sebagai bagian penting dari penguatan karakter bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan pesan semangat kepada seluruh penulis, komunitas sastra, dan generasi muda di Kalimantan Barat untuk tidak pernah berhenti menggoreskan pena dan melahirkan karya-karya baru.

“Untuk seluruh pegiat literasi dan para penulis di Kalimantan Barat, teruslah berkarya dan jangan pernah lelah menuangkan ide serta imajinasi. Setiap tulisan yang lahir adalah warisan pemikiran yang akan menginspirasi generasi mendatang,” pesannya penuh semangat.

Disdikbud Kalbar, lanjut Faisal, berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan ekosistem literasi dan kebudayaan daerah agar semakin inklusif serta mampu memberikan ruang bagi lahirnya bakat-bakat baru di Bumi Khatulistiwa.

“Mari kita tingkatkan semangat literasi dan jadikan karya sastra sebagai jembatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Barat ke panggung yang lebih luas,” pungkasnya.