banner 468x60
Disdikbud

Plt Kadisdikbud Kalbar Minta Sekolah Optimalkan Pembelajaran Daring Tanpa Menurunkan Mutu Belajar

×

Plt Kadisdikbud Kalbar Minta Sekolah Optimalkan Pembelajaran Daring Tanpa Menurunkan Mutu Belajar

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – Memburuknya kualitas udara akibat dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat memaksa sejumlah satuan pendidikan mengalihkan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dari tatap muka menjadi sistem Belajar Dari Rumah (BDR) atau pembelajaran dalam jaringan (daring), 7 Oktober 2026.

Menanggapi penyesuaian tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar menegaskan komitmennya untuk memastikan hak belajar para siswa tetap terpenuhi secara optimal meski tanpa tatap muka langsung di kelas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Provinsi Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengimbau seluruh pihak sekolah, tenaga pendidik, serta orang tua untuk berkolaborasi menguatkan efektivitas sistem pembelajaran daring selama masa darurat kabut asap.

“Pengalihan KBM ke sistem BDR atau daring ini merupakan langkah perlindungan terhadap kesehatan anak-anak kita dari bahaya ISPU yang tinggi. Namun, kita tekankan bahwa perubahan metode belajar ini jangan sampai mengendurkan semangat dan menurunkan kualitas mutu pendidikan,” ujar Syarif Faisal Indahmawan Alkadri.

Faisal menjelaskan, Disdikbud Kalbar mendorong para guru untuk memanfaatkan media dan platform pembelajaran digital interaktif agar materi pelajaran tetap tersampaikan dengan baik, kreatif, dan tidak membosankan bagi para siswa.

Selain itu, ia meminta pihak sekolah untuk terus membangun komunikasi aktif dengan para orang tua murid guna memastikan pendampingan belajar di rumah berjalan efektif dan terukur.

“Harapan kita bersama, meski pembelajaran dilakukan secara jarak jauh, capaian pembelajaran siswa tetap terjaga dengan baik. Kami meminta para pendidik tetap berinovasi dan para siswa tetap disiplin mengikuti alur pembelajaran daring,” tegas Faisal.

Ia juga mengingatkan para siswa untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama masa BDR guna menjaga kesehatan dan imunitas tubuh di tengah kondisi udara yang kurang sehat.

“Mari kita jadikan tantangan kabut asap ini sebagai momentum untuk makin memperkuat kedisiplinan dan literasi digital di dunia pendidikan Kalimantan Barat, sembari kita berdoa agar kondisi cuaca dan kualitas udara di Bumi Khatulistiwa segera membaik,” pungkasnya.