banner 468x60
Pendidikan

Plt Kadisdikbud dampingi Gubernur Kalbar Tinjau Program MBG di SMKN 5 Pontianak

×

Plt Kadisdikbud dampingi Gubernur Kalbar Tinjau Program MBG di SMKN 5 Pontianak

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM, PONTIANAK –Plt Kadisdikbud Kalbae, Sy. Faisal Indahmawan Alkadri mendampingi Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meninjau secara langsung implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 5 Pontianak, 1 Oktober 2025.

Selain meninjau menu MBG, Gubernur juga berkesempatan mengedukasi pola makan yang sehat dengan ratusan pelajar di dalam kelas.

Ia menyempatkan diri memeriksa menu MBG yang disajikan hari itu, yakni nasi kuning, telur goreng, tempe goreng, sayur, dan buah semangka. Ia menilai menu tersebut sudah memenuhi standar gizi yang ditetapkan pemerintah.

“Alhamdulillah, setelah saya lihat, menu hari ini cukup memenuhi syarat makanan bergizi. Ada nasi sebagai sumber karbohidrat, tempe dan telur sebagai protein, sayur sebagai serat, serta buah semangka,” ungkapnya.

Namun, Norsan menjelaskan bahwa untuk tingkat SMA, menu MBG tidak dilengkapi dengan susu, berbeda dengan jenjang TK, SD, dan SMP.

“Memang kalau di SMA tidak ada susu, tapi untuk jenjang bawah masih ada, termasuk untuk ibu hamil dan menyusui,” tambahnya.

Sementara itu Plt Kadisdikbud Kalbar, Sy Faisal juga mengingatkan siswa mengenai etika makan dan pola hidup sehat. Ia menyarankan agar siswa selalu berdoa sebelum makan, minum sedikit air terlebih dahulu, baru kemudian menyantap makanan, dan mengonsumsi air lebih banyak setelah 30 menit selesai makan.

Terkait evaluasi pelaksanaan MBG, Gubernur Kalbar menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi bersama Kepala BGN Regional Kalbar, Agus Kurniawi, serta seluruh mitra yayasan dan Kepala SPPG se-Kalbar untuk memperketat pengawasan. Hal ini, katanya, sangat penting agar tidak lagi terjadi kasus keracunan makanan seperti yang sebelumnya sempat terjadi di Ketapang dan Kubu Raya.

“Kasus di Ketapang kemarin karena nugget ikan hiu kualitasnya kurang baik, sementara di Kubu Raya karena makanan terlalu lama disimpan hingga sayurnya berjamur. Ke depan harus ada kerja sama yang baik antara dapur, sekolah, dan pengantar makanan,” tegas Norsan.

Terakhir, ia juga menekankan bahwa distribusi makanan harus diatur dengan baik agar tetap segar dan layak konsumsi.

“Sebelum dibagikan, harus dicicipi dulu. Kalau rasanya asam, jangan dibagikan supaya siswa tidak keracunan,” tutupnya.