banner 468x60
Info Pertamina

Tiga Kampung Binaan Pertamina IT Pontianak Raih Proklim Utama, Cetak Rekor di Kalbar

×

Tiga Kampung Binaan Pertamina IT Pontianak Raih Proklim Utama, Cetak Rekor di Kalbar

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Integrated Terminal (IT) Pontianak mengawali tahun 2026 dengan capaian membanggakan di bidang lingkungan hidup.

Program inovatif Integrasi Antar Kampung berhasil mengantarkan tiga kampung binaan meraih Penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Capaian ini mencatatkan rekor baru bagi Provinsi Kalimantan Barat. Kampung Gambut Siantan Hilir berhasil meraih Trofi Proklim Utama, menjadikannya satu-satunya kampung di Kalbar yang memperoleh predikat tertinggi pada periode penilaian ini.

Sementara itu, Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa dan Kampung Tangguh 27 masing-masing menerima Sertifikat Proklim Utama.

Program Integrasi Antar Kampung yang dimulai sejak Juni 2025 merupakan hasil kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga IT Pontianak dan Pemerintah Kecamatan Pontianak Utara. Program ini dirancang dengan pendekatan integratif, menghubungkan potensi dan kekuatan antar kampung agar saling mendukung dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Pendampingan mencakup berbagai aspek strategis, mulai dari mitigasi perubahan iklim melalui pengelolaan sampah berbasis komunitas dan pemanfaatan energi terbarukan skala kecil, adaptasi perubahan iklim melalui penguatan ketahanan pangan lokal dan konservasi lahan gambut, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui integrasi sektor wisata tenun yang selaras dengan pelestarian lingkungan.

Manager Integrated Terminal Pontianak, Tony Kurniawan, menyatakan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil konsistensi pendampingan dan keterlibatan aktif masyarakat.

“Capaian tiga Proklim Utama ini bukan hasil instan. Integrasi antar kampung menjadi kunci percepatan karena masing-masing wilayah saling menguatkan praktik baik yang sudah berjalan. Ini membuktikan bahwa pendekatan kolaboratif mampu menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Camat Pontianak Utara, Indrawan Tauhid. Menurutnya, sinergi lintas pihak yang terbangun telah mendorong perubahan nyata di tingkat masyarakat.

“Kolaborasi dengan Pertamina membawa percepatan pembangunan di tingkat RW. Perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan semakin terlihat dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup serta kemandirian ekonomi warga,” ungkapnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan transformasi pendekatan CSR Pertamina yang semakin terintegrasi dan berbasis kebutuhan wilayah.

“Program integrasi antar kampung menunjukkan bahwa CSR tidak hanya membangun satu lokasi, tetapi membentuk ekosistem yang saling terhubung. Pendekatan kolaboratif ini terbukti menghasilkan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan meraih Proklim Utama juga memperkuat komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung agenda pemerintah menuju Net Zero Emission (NZE) melalui aksi iklim berbasis masyarakat.

Dengan diraihnya Trofi dan Sertifikat Proklim Utama tersebut, Pertamina IT Pontianak berkomitmen untuk terus memperluas dan mereplikasi Program Integrasi Antar Kampung di wilayah operasionalnya guna membangun ekosistem hijau yang tangguh dan berkelanjutan di Kalimantan Barat.