Aksraloka.com, PONTIANAK-Peristiwa kebakaran yang terjadi di Gang Bunut, Jalan Komodor Yos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat, pada Kamis, 29 Januari 2026 malam, menyisakan duka mendalam bagi para korban.
Dua unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah, sementara satu rumah lainnya terdampak pada bagian tertentu.
Cerita pilu datang dari Nopiansyah, anak pemilik rumah. Ia mengaku pertama kali mengetahui musibah tersebut dari telepon seorang temannya saat dirinya masih berada di tempat kerja.

“Saya dapat telepon dari teman, katanya rumah saya kebakaran. Saya langsung buru-buru pulang,” ujar Nopi saat ditemui di lokasi kejadian pada Jumat, 30 Januari 2026.
Namun, saat peristiwa terjadi dan tiba di rumahnya, api telah berhasil dipadamkan, yang tersisa hanyalah bara api dan puing-puing bangunan yang hangus terbakar.
“Pas saya sampai, apinya sudah mati. Tinggal sisa bara sama puing-puing saja,” kata Nopi.
Nopi menceritakan pula, saat kebakaran terjadi, di dalam rumah terdapat ibu, ayah, dan ketiga orang adiknya. Saat itu orang tua dan saudaranya tidak menyadari adanya kebakaran.
“Salah satu adik saya ada yang lihat api di atas rumah katanya,” ungkap Nopi.
Ia juga menuturkan, dari beberapa video yang beredar, api terlihat berasal dari bagian atas rumah. Namun hingga kini, ia tidak mengetahui penyebab pasti kebakaran.

Kebakaran tersebut mengakibatkan hampir seluruh harta benda yang tak dapat disematkan.
“Enggak ada yang bisa diselamatkan, kecuali barang di luar seperti motor. Kalau baju, lemari, semua habis,” ucap Nopi.
Duka semakin dirasakan Nopi, ketika ibunya dilaporkan sempat pingsan diduga akibat syok berat.
“Ibu mengalami pingsan hingga tiga kali dan harus dilarikan ke RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie,” jelas Nopi.
“Ibu sempat pingsan sampai tiga kali, mungkin karena syok,” sambung Nopi.
Ditambahkan Nopi, saat ini kondisi ibunya kini telah membaik dan diperbolehkan untuk beristirahat di rumah.
Untuk sementara waktu, keluarga Nopi dipinjami sebuah rumah di sekitar Gang Bunut oleh Ketua RT setempat sebagai tempat tinggal sementara.












