banner 468x60
Peristiwa

Empat Siswa SD di Pontianak Masuk RS Usai Konsumsi MBG, Berikut Penjelasan RSUD dan Kadinkes

×

Empat Siswa SD di Pontianak Masuk RS Usai Konsumsi MBG, Berikut Penjelasan RSUD dan Kadinkes

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, PONTIANAK – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 24 Siantan, Kecamatan Pontianak Utara, dihebohkan isu dugaan keracunan makanan yang dialami sejumlah siswa usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (30/1/2026).

Informasi yang beredar menyebutkan, empat orang siswa sempat dilarikan ke RSUD Pontianak Utara untuk mendapatkan penanganan medis.

Menu MBG yang diduga menjadi pemicu keluhan tersebut adalah roti pisang kering bertopping keju.

Pasca kejadian, penanganan kasus ini disebut melibatkan Dinas Kesehatan Kota Pontianak, bahkan aparat kepolisian dikabarkan turut melakukan penelusuran guna memastikan penyebab kejadian.

Namun demikian, pihak rumah sakit menegaskan belum ditemukan indikasi kuat adanya keracunan makanan.

Kepala RSUD Pontianak Utara, drg. Nuzulisa, mengatakan hasil pemeriksaan medis terhadap para siswa tidak menunjukkan gejala khas keracunan.

“Untuk kasus dua hari lalu, dari hasil pemeriksaan tidak ada indikasi keracunan makanan. Yang ditemukan hanya gejala cephalgia (nyeri kepala) dan abdominal pain (nyeri perut),” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan, keluhan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor dan tidak selalu berkaitan langsung dengan makanan yang dikonsumsi.

“Cephalgia dan abdominal pain bisa bersifat multifaktor. Makanan memang bisa menjadi pemicu, tetapi riwayat maag atau gastritis juga dapat menimbulkan keluhan serupa,” jelasnya.

Menurut Nuzulisa, gejala umum keracunan makanan seperti mual, muntah, dan diare tidak ditemukan pada keempat siswa tersebut.

“Observasi dilakukan hanya beberapa jam di IGD. Karena tidak mengarah pada indikasi keracunan, keempat siswa dipulangkan setelah mendapat perawatan,” ungkapnya.

Terkait pemeriksaan lanjutan terhadap menu MBG, pihak RSUD menyarankan agar konfirmasi dilakukan ke puskesmas yang menurunkan petugas untuk contact tracing ke SPPG, termasuk pengambilan dan uji sampel makanan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko, membenarkan bahwa kasus tersebut saat ini masih dalam proses penelusuran lebih lanjut.

Lagi diinvestigasi oleh BPOM,” jawabnya singkat melalui pesan WhatsApp.