banner 468x60
Sintang

Dana Desa Dipangkas Tajam, Wabup Sintang Serukan Gotong Royong: Jangan Semua Harus Pakai Anggaran

×

Dana Desa Dipangkas Tajam, Wabup Sintang Serukan Gotong Royong: Jangan Semua Harus Pakai Anggaran

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, SINTANG – Pemangkasan Dana Desa dan keterbatasan anggaran daerah menjadi alarm serius bagi pembangunan di Kabupaten Sintang. Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, menyerukan kebangkitan kembali budaya gotong royong hingga ke tingkat RT dan RW sebagai solusi nyata menghadapi kondisi tersebut.

Seruan itu disampaikan Ronny saat melantik empat Kepala Desa terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) Tahun 2025, di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Rabu (4/2/2026).

Ronny secara terbuka mengakui bahwa kondisi keuangan daerah saat ini sedang tidak dalam keadaan baik.

“Kondisi keuangan di tingkat desa maupun Kabupaten Sintang dibandingkan tahun lalu jauh berkurang. Kita sedang mengalami efisiensi anggaran, sementara aspirasi masyarakat tidak berkurang dan kebutuhan pembangunan terus meningkat. Ini tantangan besar,” tegasnya.

Gotong Royong Jadi Solusi Paling Realistis

Dalam situasi keterbatasan anggaran, Ronny menilai gotong royong menjadi jalan keluar paling masuk akal agar pembangunan tetap berjalan.

“Salah satu solusi yang bisa kita lakukan adalah menghidupkan kembali budaya luhur bangsa kita, yakni gotong royong,” ujarnya.

Ia menyoroti menurunnya semangat kerja bakti di tengah masyarakat.

“Saya lihat sekarang masyarakat sudah susah diajak kerja bakti. Ke depan, kalau ada jembatan berlubang sedikit atau jalan rusak sedikit, mari kita perbaiki bersama-sama dengan gotong royong,” pesannya.

Ronny mengingatkan agar persoalan-persoalan kecil di desa tidak selalu bergantung pada anggaran pemerintah.

“Jangan sedikit-sedikit harus pakai anggaran pemerintah. Semangat kebersamaan ini harus kita perkuat lagi,” katanya.

Dana Desa dan APBD Sama-sama Menyusut

Dalam kesempatan itu, Ronny juga membeberkan fakta pahit terkait pemangkasan Dana Desa yang cukup drastis.

“Satu desa yang biasanya menerima ADD sekitar Rp1 miliar, tahun ini dan ke depan hanya berkisar Rp200 hingga Rp300 juta,” ungkapnya.

Tak hanya Dana Desa, kemampuan keuangan daerah melalui APBD Kabupaten Sintang juga ikut tertekan.

“APBD yang biasanya bisa mencapai Rp2,1 triliun, tahun ini dan ke depan hanya sekitar Rp1,8 triliun,” tambahnya.

Dengan kondisi tersebut, Ronny berharap para kepala desa yang baru dilantik mampu menjadi pemimpin yang kreatif, inovatif, dan mampu membangkitkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

“Pemimpin desa harus bisa menumbuhkan semangat gotong royong agar kita mampu melewati tantangan ini bersama,” pungkasnya.