banner 468x60
Sintang

89 Kasus Gigitan Hewan di Sintang, Tiga Anjing Positif Rabies

×

89 Kasus Gigitan Hewan di Sintang, Tiga Anjing Positif Rabies

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, SINTANG – Ancaman rabies di Kabupaten Sintang semakin mengkhawatirkan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang mencatat lonjakan signifikan kasus gigitan hewan penular rabies sepanjang Januari hingga awal Februari 2026.

Hingga 4 Februari 2026, tercatat 89 kasus gigitan anjing di wilayah Sintang. Kecamatan Sepauk menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 21 kasus, disusul Kecamatan Tempunak 20 kasus, dan Kecamatan Sintang 11 kasus.

Situasi kian mengkhawatirkan setelah tiga sampel kepala anjing dinyatakan positif rabies berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Haryono Linoh, mengungkapkan dua sampel positif rabies berasal dari Kecamatan Tempunak, sementara satu sampel lainnya dari Kecamatan Ketungau Hulu.

“Dari Tempunak ada dua sampel yang positif rabies, dan satu lagi dari Ketungau Hulu. Saat ini kami melakukan pemantauan secara intensif,” ujar Haryono saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (6/2/2026).

Meski kasus gigitan tergolong tinggi dan virus rabies telah terkonfirmasi, Haryono memastikan belum ada korban jiwa akibat rabies hingga saat ini. Ia menilai kondisi tersebut tak lepas dari respons cepat tenaga kesehatan di lapangan.

“Kami berharap tidak ada korban jiwa. Teman-teman di puskesmas bergerak cepat memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Namun demikian, Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak lengah.

Warga diminta menghindari kontak dengan hewan penular rabies, terutama anjing yang tidak diketahui status vaksinasinya.

Jika terjadi gigitan, masyarakat diminta segera melakukan pertolongan pertama dan tidak menunda penanganan medis.

“Luka gigitan harus segera dicuci menggunakan air mengalir dan sabun selama 15 sampai 30 menit. Setelah itu korban wajib datang ke puskesmas untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR). Jangan ditunda,” tegas Haryono.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang telah menerima 500 vial Vaksin Anti Rabies (VAR) dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat.

Vaksin tersebut telah didistribusikan ke seluruh puskesmas dan rumah sakit di wilayah Sintang.

“Dari 500 vial ini dapat digunakan untuk sekitar 80 orang, tergantung tingkat keparahan gigitan dan kebutuhan vaksinasi,” jelasnya.

Ia memastikan seluruh fasilitas kesehatan di Sintang saat ini memiliki stok VAR.

Distribusi dilakukan berdasarkan jumlah kasus di masing-masing kecamatan, dan jika stok menipis, pihaknya siap mengajukan tambahan ke pemerintah provinsi.

“Stok VAR terus kami jaga agar selalu tersedia dan mencukupi,” pungkasnya.