Aksaraloka.com, SINTANG – Program pembangunan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Sintang masih berjalan lambat.
Hingga awal 2026, jumlah koperasi yang berdiri dinilai belum sebanding dengan total desa dan kelurahan yang ada.
Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih Kalimantan Barat, Dede Hendranus, mengungkapkan bahwa dari total 391 desa dan 16 kelurahan di Sintang, baru 28 koperasi yang berhasil dibangun.
“Dari lebih 400 desa dan kelurahan, baru 28 koperasi Merah Putih yang terbangun. Kami berharap ada solusi dari pemerintah, terutama untuk wilayah pinggiran seperti Kayan Hulu, Serawai, dan Ambalau yang hingga kini belum memiliki akses transportasi darat memadai,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, kendala utama pembangunan terletak pada kondisi infrastruktur yang belum memadai.
Distribusi material bangunan sulit dilakukan akibat medan geografis serta kerusakan jalan di sejumlah wilayah.
Ia mencontohkan beberapa ruas yang kondisinya memprihatinkan, seperti jalan Begandung di Kecamatan Tempunak, akses menuju Kampung Mansik, serta jalan poros SKPC.
Kerusakan jalan bahkan sempat memicu aksi warga memortal jalan sebagai bentuk protes.
“Kondisi jalan rusak membuat pengangkutan material terkendala. Ini jelas menghambat pembangunan gedung koperasi Merah Putih di desa-desa,” katanya.
Selain persoalan akses, pemangkasan Dana Desa tahun 2026 juga dinilai memperlambat percepatan program.
Dede menyebut besaran dana desa tertinggi yang diterima desa berkisar Rp.373 juta, sementara sebagian besar desa saat ini masih belum memiliki koperasi.
“Saat Dana Desa berkurang, otomatis kemampuan desa untuk membangun juga menurun. Kami berharap ada skema khusus dari pemerintah agar program ini tetap berjalan,” tegasnya.
APDESI pun mendorong pemerintah pusat dan daerah segera menghadirkan langkah konkret, terutama bagi desa terpencil, agar pemerataan pembangunan koperasi tetap dapat diwujudkan meski dihadapkan pada keterbatasan akses dan anggaran.











