Aksaraloka.com – Harga bawang merah di pasar tradisional Kabupaten Sintang melonjak tajam dalam sepekan terakhir.
Komoditas bumbu dapur tersebut kini menembus Rp77.500 per kilogram dan menjadi kenaikan paling mencolok dibanding bahan pokok lainnya.
Lonjakan harga dipicu berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi di Pulau Jawa serta tingginya biaya distribusi menuju wilayah pedalaman.
Keterlambatan pengiriman menyebabkan stok pedagang menipis sehingga harga di tingkat pengecer cepat merangkak naik.
Sejumlah pedagang mengaku kiriman barang dari distributor tidak lagi rutin seperti biasanya.
Jika sebelumnya pasokan datang setiap dua hari, kini bisa molor hingga empat hari.
“Biasanya dua hari sekali masuk, sekarang bisa sampai empat hari baru datang. Dari agen sudah mahal, kami ikut menyesuaikan,” ujar Lina, Senin (16/2/2026).
Sebagian besar bawang merah yang dijual pedagang berasal dari luar Kalimantan Barat.
Ketergantungan pada pasokan luar daerah membuat harga sangat sensitif terhadap gangguan distribusi.
Data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sintang per Februari 2026 mencatat harga bawang merah naik lebih dari 30 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Selain bawang merah, bawang putih juga mengalami kenaikan meski tidak setinggi komoditas utama tersebut.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop UKM Sintang, Erlis Kurniasih, menjelaskan stok sebenarnya masih tersedia, namun distribusi yang tidak lancar membuat barang cepat habis di tingkat pengecer.
“Begitu pasokan sedikit terganggu, harga langsung naik,” jelasnya.
Kenaikan harga mulai dirasakan masyarakat. Sejumlah pembeli mengaku mengurangi jumlah belanja karena harga dinilai terlalu mahal.
“Sebelumnya beli setengah kilo, sekarang seperempat kilo saja. Yang penting cukup buat masak,” kata Rina, ibu rumah tangga di kawasan Sungai Durian.
Meski demikian, pemerintah daerah memastikan lonjakan harga bersifat sementara dan akan terus memantau distribusi bahan pangan, terutama menjelang Ramadan, guna mencegah kenaikan lebih tinggi.











