banner 468x60
Aksara Landak

Bupati Landak Karolin Atensi Kenaikan Harga Daging Ayam, Siap Koordinasi dengan Pemasok

×

Bupati Landak Karolin Atensi Kenaikan Harga Daging Ayam, Siap Koordinasi dengan Pemasok

Sebarkan artikel ini

LANDAK – Pemerintah Kabupaten Landak memberikan perhatian khusus terhadap kenaikan harga daging ayam potong di pasaran menjelang bulan Ramadan dan hari raya.

Hal itu disampaikan Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, saat diwawancara usai menghadiri pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Desa Sebadu, Kecamatan Mandor. Selasa, 24 Februari 2026, siang.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengatakan pihaknya memantau harga ayam di tingkat pasar yang saat ini berada di kisaran Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.

“Ada satu lagi yang masih menjadi perhatian Pemda Landak berkaitan dengan harga ayam. Dalam waktu dekat mungkin kita akan melakukan rapat koordinasi dengan pemasok ayam yang ada di wilayah Kabupaten Landak berkaitan dengan harga di pasar. Karena kami monitor harga Rp 38 ribu sampai Rp 40 ribu, harganya cukup tinggi dan akan kami upayakan agar bisa lebih stabil,” ujar Karolin.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak menutup kemungkinan melakukan langkah intervensi apabila diperlukan guna menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Selain daging ayam, Pemkab Landak juga terus memantau perkembangan harga sejumlah komoditas pokok lainnya. Karolin menyebut, sejak awal pelaksanaan kegiatan menyambut Ramadan, beberapa komoditas mulai menunjukkan tren stabil.

“Telur dan beras mulai stabil. Tapi memang beras, minyak goreng dan terutama gula masih mengalami kenaikan. Gula naik cukup banyak, makanya kami terus monitor supaya harga bisa kembali stabil,” jelasnya.

Karolin menambahkan, kenaikan harga biasanya dipengaruhi beberapa faktor, seperti meningkatnya permintaan dengan pasokan tetap, menurunnya pasokan dengan permintaan stabil, hingga faktor psikologis pasar menjelang hari besar keagamaan.

“Kadang-kadang harga naik karena permintaan meningkat atau pasokan turun. Tapi ada juga faktor psikologis pasar. Menjelang hari raya, karena diperkirakan kebutuhan meningkat, harga sudah lebih dulu naik sebelum permintaan benar-benar naik,” terangnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga akibat faktor tersebut, Pemkab Landak melakukan intervensi melalui program Gerakan Pangan Murah sebagai tindak lanjut arahan Presiden dan Menteri Dalam Negeri.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap dapat membantu menjaga stabilitas harga bahan pokok serta memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga menjelang hari raya.

Pemkab Landak memastikan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan para pemasok serta pihak terkait guna melindungi daya beli masyarakat.