PONTIANAK – Pekan Promosi dan Kuliner di kawasan Jalan Diponegoro menjadi penanda dimulainya rangkaian Festival Cap Go Meh 2577 Kongzili di Kota Pontianak. Puluhan stan kuliner dan produk lokal langsung diserbu pengunjung usai diresmikan Wali Kota Edi Rusdi Kamtono, Rabu (25/2/2026) malam.
Edi menegaskan, Festival Cap Go Meh bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum untuk menunjukkan bahwa keberagaman di Pontianak tumbuh dalam ruang toleransi yang nyata. Tahun ini, perayaan Imlek dan Cap Go Meh berlangsung beriringan dengan bulan suci Ramadan.
“Ini menjadi sinyal bahwa kota ini ramah bagi siapa pun yang ingin berkreasi dan berkarya,” ujarnya.
Perayaan yang berlangsung hingga 3 Maret 2026 tersebut kembali menjadi magnet budaya yang menampilkan wajah keberagaman Pontianak di ruang publik. Menurut Edi, penyelenggaraan Cap Go Meh menjadi bukti bahwa kota ini mampu menjaga harmoni sosial di tengah kemajemukan etnis dan budaya. Seluruh rangkaian kegiatan juga telah disesuaikan dengan semangat saling menghormati.
“Atraksi disesuaikan dengan kondisi saling menghormati agama lain, khususnya bulan suci Ramadan. Kita memberi ruang bagi semua kegiatan yang berdampak pada ekonomi dan budaya,” katanya.
Sebagai kota perdagangan dan jasa, kebudayaan dinilai menjadi aset penting yang tidak hanya memperkuat identitas daerah, tetapi juga mendorong kesejahteraan masyarakat. Festival Cap Go Meh diyakini mampu menggerakkan sektor UMKM, pariwisata, hingga ekonomi kreatif selama pelaksanaan acara.
“Kebudayaan ini adalah aset. Ini menjadi bukti bagaimana tradisi bisa mendukung terciptanya kesejahteraan bagi seluruh warga. Acara ini tentu memberikan nilai bagi Pontianak ke depan sebagai kota toleran, harmonis, dan memberikan kehidupan bahagia bagi warganya,” tambahnya.
Edi juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota bersama DPRD untuk terus menghadirkan rasa nyaman di tengah keterbatasan luas wilayah kota, baik bagi warga maupun tamu yang berkunjung.
“Kami berkomitmen, bagaimana membuat Pontianak terasa nyaman. Tidak hanya bagi warga, tetapi juga bagi tamu yang datang. Di kota ini, mimpi dan harapan warganya dapat digantungkan,” tuturnya.
Festival Cap Go Meh 2026 di Jalan Diponegoro menghadirkan berbagai atraksi budaya, pertunjukan seni, hingga ragam kuliner khas yang melibatkan pelaku usaha lokal. Sedikitnya 55 stan ambil bagian dalam Pekan Promosi dan Kuliner tersebut.
Ketua panitia, Hendri Pangestu Lim, mengatakan pembukaan ini akan dilanjutkan dengan agenda “buka mata” pada 1 Maret 2026. Sejak pukul 06.00 WIB, sebanyak 49 naga akan menjalani prosesi di Klenteng Kwang Tie Bio.
Selanjutnya, arakan Naga Bersinar akan digelar pada 3 Maret di sepanjang Jalan Gajah Mada mulai pukul 21.00 WIB.
“Naga bersinar mulai jam sembilan malam, karena menghormati saudara muslim kita yang tarawih. Rutenya dimulai dari depan Hotel Avara sampai Jalan Budi Karya, dengan panggung utama di depan Hotel Harris,” jelasnya.
Ia menambahkan, rute arakan tahun ini dibuat lebih pendek dan hanya memiliki satu titik pertunjukan agar seluruh rangkaian selesai sebelum waktu sahur.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga kelancaran festival tahun ini,” tutupnya.

















