Aksaraloka com, Nduga, Papua Pegunungan – Suasana haru menyelimuti landasan udara perintis di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, saat prajurit Satgas Yon Parako 466 Pasgat bersama warga setempat bahu-membahu mengevakuasi jenazah yang baru tiba menggunakan pesawat perintis.
Peti jenazah yang terbungkus terpal biru dan lakban cokelat itu diturunkan dengan hati-hati dari pesawat perintis berbadan kecil yang baru saja mendarat. Proses penurunan berlangsung penuh kehati-hatian dan penghormatan.

Tanpa sekat antara prajurit berseragam tempur dan masyarakat sipil, anggota Satgas Yon Parako 466 Pasgat yang tengah berjaga langsung membantu keluarga duka.
Bersama warga, mereka menggotong peti jenazah dari pintu pesawat menuju kendaraan penjemput yang telah disiapkan.
Di lokasi yang sama, sejumlah warga tampak membawa karangan bunga duka cita.
Sementara puluhan warga lainnya berkumpul di sekitar pinggir landasan untuk menyambut kedatangan jenazah kerabat mereka.

Danpos Satgas Yon Parako 466 Pasgat, Lettu Pas Richo Hamdan, S.Tr.(Han), mengatakan bahwa membantu masyarakat merupakan bagian dari tugas kemanusiaan prajurit TNI selama bertugas di wilayah terpencil.
“Dapat membantu warga seperti ini sangat berarti bagi kami. Di daerah terpencil seperti ini, transportasi udara merupakan urat nadi masyarakat. Kehadiran kami diharapkan dapat membantu dan mempermudah kegiatan masyarakat,” ujarnya.
Setelah berhasil diturunkan dari pesawat, prajurit TNI bersama warga kembali bergotong royong mengangkat peti jenazah ke dalam ambulans untuk selanjutnya dibawa menuju rumah duka.
Peristiwa ini menjadi potret nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah penugasan.

Kehadiran prajurit tidak hanya untuk menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga memberikan bantuan kemanusiaan serta hadir dalam suka maupun duka bersama masyarakat.
Proses evakuasi jenazah tersebut berjalan aman, lancar, dan penuh khidmat berkat kerja sama yang baik antara prajurit TNI dan warga setempat.











