banner 468x60
Ekonomi

Puluhan Brand Nasional Ramaikan IMPACT+ Pontianak 2026, Fortress Kalbar Hadirkan Pintu Baja

×

Puluhan Brand Nasional Ramaikan IMPACT+ Pontianak 2026, Fortress Kalbar Hadirkan Pintu Baja

Sebarkan artikel ini
PONTIANAK – Event pameran properti dan konstruksi IMPACT+ Pontianak 2026 kembali digelar sebagai kelanjutan dari penyelenggaraan tahun sebelumnya di Kota Pontianak. Tahun lalu, event ini hadir di bawah naungan MitraPabrik.com yang kini telah berevolusi menjadi MPX Indonesia. Kehadiran kembali IMPACT+ pada 2026 menjadi bukti bahwa Pontianak dinilai sebagai market yang aktif, potensial, dan terus berkembang di sektor properti, konstruksi, residential hingga commercial project.
Mengusung konsep quality-driven exhibition, IMPACT+ tidak hanya berfokus pada jumlah peserta, tetapi menghadirkan berbagai brand yang relevan dengan kebutuhan pasar lokal yang terus bertumbuh. Pameran ini dirancang menjadi wadah pertemuan antara pemilik merek dengan pengguna akhir, mulai dari arsitek, desainer interior, kontraktor, developer, owner project, hingga homeowner.
Sejumlah brand ternama turut ambil bagian dalam IMPACT+ Pontianak 2026, di antaranya Alphamax, Architech, Avian Paint, BIGKABEL, Costa, CTI, Decora, Enchanting, Fortress, Gnet, Himalaya Glass, Mapei, Maxxiroof, Mewah, Miraco, Onna, Platinum, Seeton, dan Walong. Berbagai produk inovatif di bidang bahan bangunan dan konstruksi diperkenalkan untuk memenuhi kebutuhan pasar di Kalbar.
Melalui kegiatan ini, pengunjung tidak hanya dapat menemukan inspirasi material dan solusi bangunan terbaru, tetapi juga membangun koneksi bisnis secara langsung dengan para pemilik brand dan pelaku industri. IMPACT+ diharapkan mampu menjadi jembatan antara brand owners atau principals dengan para pengguna akhir seperti pengembang, pemilik toko, calon distributor, hingga praktisi industri.
Selain menghadirkan exhibition, IMPACT+ Pontianak 2026 juga diramaikan dengan product showcase, networking session, business connection, serta hybrid talkshow by Thinklab Collective bersama para praktisi industri. Berbagai agenda tersebut disiapkan untuk memperluas peluang kolaborasi dan pertukaran informasi di sektor properti dan konstruksi.
Event Manager MPX Indonesia, Antonius Yan Halim mengatakan bahwa kualitas menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan event tahun ini. “Kami percaya bahwa pameran yang impactful bukan hanya tentang banyaknya peserta, tetapi tentang kualitas brand, kualitas pengunjung, dan koneksi bisnis yang tercipta di dalamnya,” ujarnya.
Dengan konsep yang lebih terkurasi dan nyaman, IMPACT+ Pontianak 2026 diharapkan menjadi platform efektif dalam mempertemukan brand dengan market potensial di Kalbar sekaligus mendorong pertumbuhan industri properti dan konstruksi di daerah.
Penjualan Pintu Baja Fortress di Kalbar Tembus Rp1 Miliar
Kepala Cabang Fortress Kalbar, Dedy Lim, menyebut pintu berbahan baja atau steel door mendapat sambutan positif dari masyarakat Kalbar. Menurutnya, masyarakat mulai beralih dari pintu kayu ke pintu baja karena dinilai lebih tahan lama, bebas rayap, dan tidak mengalami penyusutan.
“Keluhan developer kalau pintu kayu, kadang kayunya masih basah saat dipasang sehingga mengkerut. Belum lagi masalah rayap, itu yang menjadi permasalahan kita di sini. Penggunaan pintu baja juga sudah umum digunakan di sejumlah negara maju seperti Hong Kong dan Taiwan. Kalau kita lihat di film-film, pintu mereka sudah pakai baja semua,” ujarnya.
Dedy mengatakan, tingginya antusiasme masyarakat membuat penjualan produk Fortress di Kalbar sepanjang tahun ini telah menembus Rp1 miliar. Produk yang paling diminati yakni tipe ekonomi dengan harga mulai Rp1 jutaan yang banyak digunakan untuk rumah KPR, disusul tipe urban di kisaran Rp2 juta hingga Rp3 juta.
Fortress Kalbar juga telah bekerja sama dengan sejumlah developer dan asosiasi properti untuk memperluas penggunaan pintu baja di proyek perumahan. Menurut Dedy, penggunaan pintu baja dinilai lebih praktis dan minim perawatan dibanding pintu kayu.
“Untuk penjualannya sendiri di tahun ini di Kalbar sudah mencapai Rp1 miliar lebih. Selain tipe ekonomi, tipe urban dengan kisaran harga Rp2 juta hingga Rp3 juta juga cukup diminati untuk penggunaan pribadi.
Bestseller masih di tipe ekonomi. Kedua itu tipe urban yang harganya Rp2 jutaan sampai Rp3 jutaan,” jelasnya.
Fortress Kalbar juga disebut telah bekerja sama dengan sejumlah asosiasi dan pengembang properti untuk memperluas penggunaan pintu baja di proyek perumahan. Menurut Dedy, sejumlah pengembang mengaku terbantu dengan penggunaan pintu baja karena lebih tahan lama dan minim perawatan dibanding pintu kayu. “Ketika dipasang, hasilnya tidak mengalami penyusutan seperti pintu kayu,” pungkasnya.
Penulis: MaskarEditor: Angah