Aksaraloka.com, PONTIANAK – Tradisi penyembelihan hewan kurban di Kota Pontianak terus dijaga agar tetap berjalan sesuai syariat Islam sekaligus menjadi wadah regenerasi bagi para jagal kurban muda.
Salah satu jagal kurban di Pontianak, Muslim Haji Bustami, mengatakan dirinya bersama tim telah aktif menangani penyembelihan hewan kurban sejak tahun 2000.
Pengalaman yang dimiliki selama puluhan tahun itu kini mulai diwariskan kepada generasi muda agar keahlian tersebut tetap berlanjut.
“Selama ini pengalaman yang kami jalani mudah-mudahan bisa bermanfaat. Ilmu penyembelihan juga kami turunkan kepada generasi muda agar nantinya ada penerus ketika kami sudah tidak mampu lagi bekerja,” ujar Muslim saat ditemui di Masjid Muhajirin, Jalan Perdana Komplek Bali Agung 2 Pontianak, Rabu (27/5/2026).
Menurut Muslim, keterlibatan anak muda dalam kegiatan penyembelihan hewan kurban kini mulai meningkat.
Sebagian besar berasal dari kalangan usia sekitar 30 tahun ke atas yang tertarik mempelajari tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam.
Ia mengaku awalnya hanya membantu sang abang saat proses penyembelihan hewan kurban berlangsung.
Namun seiring waktu, dirinya mulai belajar hingga akhirnya fokus menjadi jagal kurban profesional.
“Kami sudah cukup lama menjadi langganan di masjid ini sejak tahun 2000. Awalnya saya ikut membantu abang, lama-kelamaan belajar sampai akhirnya fokus menjadi tukang jagal kurban,” katanya.
Kelompok jagal yang dipimpinnya rutin dipercaya menangani penyembelihan hewan kurban di Masjid Muhajirin, Jalan Perdana Komplek Bali Agung 2 Pontianak setiap momentum Iduladha.
Muslim menegaskan seluruh proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat Islam tanpa ritual khusus di luar ketentuan agama.
“Kami hanya membaca doa-doa kepada Allah SWT, baik doa kurban maupun akikah. Semua dilakukan sesuai tata cara syariah Islam,” jelasnya.
Dalam satu tim, terdapat sekitar tujuh orang dengan tugas masing-masing, mulai dari penyembelihan, pengulitan, pemotongan daging hingga pengawasan jalannya proses kurban.
“Saya biasanya ikut mengoordinasikan dari awal penyembelihan sampai proses pemotongan selesai,” tambahnya.
Pada Iduladha tahun ini, timnya menangani sekitar enam ekor hewan kurban dalam satu hari dan diperkirakan masih akan bertambah di sejumlah lokasi lainnya di Pontianak.
Muslim juga mengenang pengalaman saat menangani penyembelihan dalam jumlah besar beberapa tahun lalu yang mencapai puluhan ekor sapi dan kambing.
“Kalau pengalaman paling banyak, pernah sampai puluhan ekor sapi dan kambing,” pungkasnya.




