banner 468x60
Pendidikan

Hari Lahir Pancasila 2026, Disdikbud Kalbar Tekankan Pendidikan Karakter dan Pelestarian Budaya

×

Hari Lahir Pancasila 2026, Disdikbud Kalbar Tekankan Pendidikan Karakter dan Pelestarian Budaya

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta merawat keberagaman budaya di Kalimantan Barat, 1 Juni 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengajak seluruh insan pendidikan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, cerdas, berintegritas, dan menghargai perbedaan.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga berperan penting dalam membangun sikap toleransi, gotong royong, persatuan, dan kepedulian sosial.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila perlu ditanamkan secara konsisten melalui proses pembelajaran, keteladanan guru, serta budaya positif di lingkungan sekolah dan keluarga.

“Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, menjunjung tinggi toleransi, menghormati perbedaan, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” menjadi pesan yang relevan dalam momentum Hari Lahir Pancasila.

Di Kalimantan Barat yang memiliki keberagaman suku, agama, bahasa, tradisi, dan adat istiadat, pendidikan Pancasila juga menjadi landasan untuk memperkuat persaudaraan serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Sekolah diharapkan menjadi ruang bagi peserta didik untuk belajar memahami perbedaan, membangun dialog, bekerja sama, dan menyelesaikan persoalan secara damai. Nilai persatuan harus tumbuh bukan dengan menghapus keberagaman, melainkan dengan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan bangsa.

Selain pendidikan karakter, pelestarian kebudayaan daerah juga menjadi bagian penting dalam menghidupkan nilai-nilai Pancasila. Generasi muda perlu dikenalkan pada kekayaan budaya Kalimantan Barat agar memiliki kebanggaan terhadap identitas daerah sekaligus memahami bahwa kebudayaan merupakan bagian dari kekayaan Indonesia.

Upaya mengenalkan bahasa daerah, kesenian tradisional, adat istiadat, sejarah lokal, dan kearifan masyarakat perlu terus diperkuat melalui kegiatan pembelajaran maupun aktivitas kebudayaan di sekolah.

Pelestarian budaya tersebut juga menjadi sarana menanamkan sikap saling menghormati dan menghargai warisan leluhur, tanpa mengabaikan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kreativitas generasi muda.

Dalam momentum ini, seluruh elemen pendidikan, mulai dari tenaga pendidik, peserta didik, orang tua, hingga masyarakat, diajak mengambil peran dalam membangun lingkungan belajar yang inklusif, aman, dan menghargai keberagaman.

Peringatan Hari Lahir Pancasila hendaknya tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari membiasakan sikap jujur, disiplin, adil, peduli terhadap sesama, hingga menolak segala bentuk perundungan dan diskriminasi.

Dari Kalimantan Barat untuk Indonesia, semangat Pancasila diharapkan terus menjadi fondasi dalam memajukan pendidikan, merawat kebudayaan, serta mencetak generasi penerus bangsa yang berkarakter, cerdas, dan berjiwa nasionalis.

Sejalan dengan semangat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, “Bergerak Bersama, Cerdaskan Bangsa”, pendidikan dan kebudayaan diharapkan terus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan serta mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.