banner 468x60
Pontianak

Pemkot Pontianak Genjot Pembangunan di Tengah Tekanan Ekonomi dan Keterbatasan Anggaran

×

Pemkot Pontianak Genjot Pembangunan di Tengah Tekanan Ekonomi dan Keterbatasan Anggaran

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak terus mendorong percepatan pembangunan meski dihadapkan pada tekanan ekonomi global, keterbatasan anggaran, dan meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Kondisi tersebut menjadi tantangan serius yang harus dihadapi seluruh aparatur sipil negara (ASN) dalam mewujudkan target pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, saat memimpin apel peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (2/6/2026).

Menurut Edi, nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan bagi ASN dalam menjalankan tugas, terutama dalam memberikan pelayanan publik dan mengakselerasi program pembangunan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

“Kita harus bisa menjiwai makna dari Pancasila yang setiap kegiatan upacara kita bacakan. Pancasila yang membuat negara kita sampai saat ini masih bertahan dan bersatu,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, situasi ekonomi yang tidak menentu, mulai dari kenaikan harga bahan bakar minyak, meningkatnya harga kebutuhan pokok, tekanan terhadap nilai tukar rupiah hingga keterbatasan sumber daya, ikut mempengaruhi ruang gerak pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan.

“Ini juga membatasi gerak kita dalam percepatan untuk mencapai visi dan misi yang sudah kita sepakati dalam RPJMD,” katanya.

Karena itu, Edi meminta seluruh ASN memanfaatkan waktu dan anggaran yang tersedia secara efektif agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara luas. Menurutnya, tekanan ekonomi yang terjadi saat ini berpotensi memicu berbagai persoalan sosial, mulai dari meningkatnya angka kemiskinan hingga kriminalitas.

“Manfaatkan waktu yang sangat terbatas dan anggaran yang juga sangat terbatas ini untuk seluas-luasnya kesejahteraan masyarakat Kota Pontianak,” tegasnya.

Selain menyoroti tantangan pembangunan, Edi juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman yang menjadi karakter Kota Pontianak. Ia menilai toleransi dan harmonisasi antar-etnis, agama, serta budaya merupakan modal utama dalam menjaga stabilitas daerah.

“Keberagaman merupakan kenyataan yang harus kita jaga toleransinya, harmonisasinya, dan komunikasinya,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Pontianak juga memberikan penghargaan kepada sejumlah ASN yang memasuki masa purna tugas sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam mendukung pembangunan serta pelayanan publik di Kota Pontianak.