banner 468x60
Pontianak

Edi Dorong Pameran Flora Fauna Jadi Etalase Kekayaan Hayati dan Penggerak Ekonomi Kalbar

×

Edi Dorong Pameran Flora Fauna Jadi Etalase Kekayaan Hayati dan Penggerak Ekonomi Kalbar

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong pameran flora dan fauna menjadi agenda tahunan sebagai sarana mempromosikan kekayaan hayati Kalimantan Barat sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama pada musim panen buah.

Hal itu disampaikannya saat membuka Pameran Flora dan Fauna Kalimantan Barat di halaman Kolam Renang Ampera, Rabu (15/7/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 20 Juli tersebut menampilkan beragam tanaman hias, tanaman produktif, buah-buahan lokal, serta diisi berbagai aktivitas komunitas dan kontes durian.

Menurut Edi, Kalimantan Barat memiliki kekayaan hayati yang melimpah, mulai dari tanaman hias hingga buah-buahan unggulan seperti rambutan, manggis, langsat, dan durian. Potensi tersebut perlu terus dipromosikan agar semakin dikenal luas dan memberi nilai tambah bagi masyarakat.

“Pontianak ini sedang dibanjiri buah-buahan khas Kalimantan Barat. Rambutannya, manggisnya, langsatnya, bahkan duriannya, ini sangat luar biasa,” ujarnya.

Ia menilai pameran menjadi ruang yang mempertemukan petani, pelaku usaha, komunitas, pehobi, hingga UMKM untuk memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan nilai ekonomi produk lokal. Sebagai ibu kota provinsi, Pontianak dinilai memiliki peran strategis dalam memperkenalkan potensi tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.

Selain mendorong promosi produk lokal, Edi juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong yang tidak produktif untuk penghijauan maupun budidaya tanaman.

“Lahan-lahan kosong yang tidak produktif harus kita hijaukan,” katanya.

Menurut Edi, ruang hijau menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan perkotaan. Ia mengaku memiliki kegemaran menanam pohon dan berharap budaya menanam semakin tumbuh di tengah masyarakat.

“Karena saya juga hobinya menanam pohon. Hasilnya yang kita lihat sekarang, Kota Pontianak alhamdulillah hijau,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menebang pohon sembarangan. Jika penebangan terpaksa dilakukan karena kepentingan pembangunan atau akses jalan, pelaksana diwajibkan melakukan penanaman kembali sebagai bentuk penggantian.

“Kalaupun diizinkan, mereka harus mengganti minimal 50 sampai 100 bibit pohon pengganti,” tegasnya.

Edi berharap Pameran Flora dan Fauna Kalimantan Barat dapat menjadi agenda rutin tahunan, bahkan digelar lebih dari sekali dalam setahun apabila mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

“Insya Allah ini akan menjadi agenda tetap tahunan, bahkan kalau bisa setahun lebih dari satu kali,” katanya.

Ia menambahkan, upaya menjaga kelestarian flora dan fauna tidak hanya penting bagi lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan komoditas lokal dan sektor pariwisata.

“Mari kita galakkan cinta flora dan fauna untuk keberlangsungan kehidupan alam yang lestari,” pungkasnya.